KAI Pastikan KA Malabar Tiba di Malang Pukul 11.32 WIB, Terlambat 280 Menit Akibat Insiden di Klaten

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:15 WIB
Calon penumpang beraktivitas di Stasiun Malang. KAI mengimbau pelanggan yang akan bepergian pada Senin (17/8) datang lebih awal untuk mengantisipasi kepadatan dan pengalihan arus lalu lintas akibat rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI. (Antara)
Calon penumpang beraktivitas di Stasiun Malang. KAI mengimbau pelanggan yang akan bepergian pada Senin (17/8) datang lebih awal untuk mengantisipasi kepadatan dan pengalihan arus lalu lintas akibat rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - Kereta Api (KA) 68 Malabar relasi Bandung-Malang yang sempat tertemper truk di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 295 Klaten akhirnya tiba di Stasiun Malang, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (27/8) pukul 11.32 WIB.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, memastikan kedatangan KA Malabar tersebut.

Pernyataan itu disampaikan saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp dari Kota Malang.

"Sudah tiba tadi pukul 11.32 WIB," kata Mahendro.

Berdasarkan jadwal perjalanan yang semula ditetapkan, KA 68 Malabar seharusnya tiba di Stasiun Malang pada pukul 06.52 WIB.

Dengan demikian, kereta tersebut mengalami keterlambatan sekitar 280 menit akibat insiden di wilayah Klaten.

KA Malabar dalam perjalanan itu mengangkut 100 penumpang.

Keterlambatan terjadi setelah kereta api terdampak insiden tertemper truk di JPL 295 Klaten, sehingga pola operasional perjalanan perlu disesuaikan.

Tidak hanya KA Malabar, perjalanan KA Gajayana Tambahan relasi Malang-Gambir juga ikut terdampak.

Kereta tersebut semula dijadwalkan tiba di Stasiun Malang pada pukul 13.50 WIB.

Namun, akibat kejadian di jalur tersebut, KAI memproyeksikan kedatangan KA Gajayana Tambahan sekitar pukul 14.25 WIB.

Kereta itu tercatat membawa 142 penumpang.

Mahendro menjelaskan, pengaturan pola operasional bagi perjalanan kereta yang mengalami keterlambatan dilakukan setelah seluruh proses penanganan insiden selesai.

Langkah tersebut diperlukan agar perjalanan kereta api berikutnya dapat kembali diatur sesuai kondisi jalur.

KAI Daerah Operasi 8 Surabaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang yang terdampak.

Perusahaan menyatakan memahami ketidaknyamanan yang muncul akibat perubahan waktu perjalanan.

"Sekali lagi, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami. Terima kasih atas kesabaran, pengertian dan kepercayaan pelanggan yang tetap bersama KAI," ujar Mahendro.

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberikan service recovery sesuai ketentuan yang berlaku.

Bentuk layanan pemulihan tersebut disesuaikan dengan durasi keterlambatan yang dialami penumpang.

Mahendro menyebut fasilitas pemulihan dapat berupa minuman, makanan ringan, hingga makanan berat.

Pemberian layanan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan penumpang selama perjalanan mereka mengalami keterlambatan.

"Kami berharap layanan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pelanggan selama perjalanan mengalami keterlambatan," ujarnya.

KAI menyatakan pengaturan perjalanan dan pemberian layanan kepada penumpang dilakukan sebagai bagian dari penanganan dampak insiden, sekaligus untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan selama operasional kereta api kembali dinormalisasi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
JPL 295 Klaten KA Malabar kai daop 8 surabaya stasiun malang kecelakaan kereta api