RADAR BANYUWANGI - Kemeriahan lomba gerak jalan umum memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Genteng mendadak mencekam, Minggu (23/8) siang.
Pemicunya, spion truk bermuatan pakan ternak menyenggol salah satu peserta saat melintas di Jalan Gajah Mada.
Insiden tersebut langsung memancing amarah warga dan penonton di pinggir jalan.
Emosi massa yang tersulut membuat situasi di lokasi kejadian sempat memanas.
Beberapa warga terlihat merangsek mendekati kabin truk berwarna merah tersebut dan memaksa sang sopir menepi.
Aksi saling dorong hingga tarik-menarik pakaian antara massa dan pengemudi truk tak terhindarkan.
Beruntung, potensi kerusuhan yang lebih besar berhasil diredam.
"Yang terpenting tidak ada korban jiwa, yang tersenggol itu tidak sampai terluka," ujar Kapolsek Genteng Kompol Khoirul Anwar.
Aparat kepolisian bersama panitia penyelenggara yang bersiaga di lokasi bergerak cepat memisahkan kedua belah pihak.
Khoirul membeberkan, truk sebetulnya melaju pelan saat berusaha mendahului rombongan peserta.
Namun, lantaran jarak yang terlampau dekat, spion kendaraan menyenggol tubuh peserta.
"Alhamdulillah, situasi berhasil ditengahi oleh petugas pengamanan di lapangan, baik dari panitia maupun kepolisian," terangnya.
Faktor belum ditutupnya akses jalan secara total menjadi penyebab utama kendaraan dan rombongan gerak jalan harus saling berbagi ruang.
Saat kejadian, kepolisian memang masih memberlakukan sistem buka-tutup lalu lintas di sepanjang Jalan Gajah Mada.
"Memang tidak ditutup total, karena ini masih gerak jalan, memang masih buka tutup," tuturnya.
Menyikapi kejadian ini, kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk lebih waspada dan bersabar saat melintas di area kegiatan masyarakat.
"Kami langsung mediasi di lokasi kejadia, kedua belah pihak sepakat damai, anggota kami sigap mengamankan TKP," katanya.
Ia menyebut sejatinya sudah menyiapkan jalur alternatif guna kendaraan bermuatan besar yang hendak melintas jalur protokol tersebut.
"Sudah ada jalur alternatif, akan kami sosialisasikan agar informasinya sampai ke masyarakat," pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi