Mencebur Bersama Motor Honda Mega Pro ke Sungai Brantas, Perangkat Desa Jombang Ditemukan Tewas

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Proses evakuasi jasad korban ke ambulans. (Radar Jombang)
Proses evakuasi jasad korban ke ambulans. (Radar Jombang)

RADAR BANYUWANGI – Pencarian selama hampir 24 jam di Sungai Brantas akhirnya menemukan titik terang. DS, 27, perangkat Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, Jombang, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya menceburkan diri ke sungai bersama sepeda motor Honda Mega Pro miliknya.

Jasad DS ditemukan tim gabungan bersama warga pada Senin (17/8) sekitar pukul 16.40 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar 50 meter dari titik awal korban dilaporkan menceburkan diri.

Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas mengatakan korban dan sepeda motornya ditemukan di lokasi berbeda.

"Jadi untuk korban dan motornya sudah ditemukan dan berhasil dievakuasi, lokasinya terpisah," terang Wiku.

Setelah dievakuasi dari Sungai Brantas, jasad DS langsung dibawa ke rumah duka. Korban dipastikan telah meninggal dunia saat ditemukan.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan sudah dievakuasi ke rumah duka," lanjutnya.

Motor Ditemukan di Titik Korban Mencebur

Sementara itu, sepeda motor Honda Mega Pro milik korban ditemukan di sekitar lokasi awal DS menceburkan diri.

Petugas bersama warga kemudian melakukan evakuasi dengan menggunakan tali. Motor tersebut ditarik dari sungai hingga ke tepian.

"Untuk motor, tadi ditemukan di lokasi dia menceburkan diri, dan ditarik menggunakan tali, dibantu warga sampai ke pinggir," kata Wiku.

Penemuan motor di titik awal kejadian menjadi bagian dari proses pencarian yang dilakukan petugas gabungan setelah DS dilaporkan tenggelam sehari sebelumnya.

Mencebur Saat Perahu Baru Menyeberang

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (16/8) sekitar pukul 16.30 WIB di tengah aliran Sungai Brantas.

Lokasinya berada di perbatasan Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, dengan Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Jombang.

Saat itu, DS menyeberangi Sungai Brantas seorang diri menggunakan perahu. Ia membawa sepeda motor Honda Mega Pro dalam perjalanan tersebut.

Namun, ketika perahu baru menempuh sekitar seperempat perjalanan, korban tiba-tiba menceburkan diri ke sungai bersama sepeda motornya.

Dua orang yang berada di dalam perahu sempat berupaya memberikan pertolongan. Rompi dan ban pelampung dilemparkan kepada korban agar dapat digunakan untuk menyelamatkan diri.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil.

DS justru menyingkirkan rompi dan ban pelampung yang dilemparkan kepadanya. Tak lama kemudian, korban tenggelam bersama sepeda motornya.

Petugas gabungan kemudian melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Brantas hingga akhirnya jasad korban ditemukan pada Senin sore.

DS Merupakan Perangkat Desa

DS diketahui merupakan perangkat Desa Gedongombo dan menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Kabar mengenai peristiwa tersebut pun menjadi perhatian warga setempat, terlebih karena korban diketahui merupakan bagian dari pemerintahan desa.

Seiring proses pencarian berlangsung, muncul pula dugaan mengenai alasan korban nekat menceburkan diri ke Sungai Brantas.

Kepala Desa Gedongombo Lasiman menyebut beredar isu bahwa korban mengalami persoalan asmara.

Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Kalau yang saat ini beredar isunya memang seperti itu. Namun, apakah pasti itu kami juga tidak bisa memastikan," ujar Lasiman.

Dengan ditemukannya jasad DS, operasi pencarian yang dilakukan tim gabungan bersama warga akhirnya berakhir. Korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Sementara mengenai penyebab pasti korban menceburkan diri, informasi yang beredar di tengah masyarakat masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Radar Jombang
DS Jombang Sungai Brantas Ploso Jombang perangkat desa pencarian korban