
RADAR BANYUWANGI - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan Rabu (19/8).
Rupiah berada di level Rp17.860 per dolar AS, naik 2 poin atau sekitar 0,01 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp17.862 per dolar AS.
Penguatan pada awal perdagangan tersebut belum serta-merta menunjukkan perubahan sentimen yang kuat di pasar valuta asing.
Pelaku pasar masih bersikap hati-hati karena menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada siang hari.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai rupiah berpotensi kembali tertekan sepanjang perdagangan.
Menurut perkiraannya, nilai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.900 per dolar AS.
“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.850-Rp17.900 dipengaruhi oleh domestik sikap hati-hati pelaku pasar mencermati hasil RDG Bank Indonesia siang nanti,” kata Rully.
Salah satu perhatian utama pasar adalah arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia.
Rully memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen.
Meski demikian, BI diperkirakan dapat mengambil langkah lebih aktif melalui pasar valuta asing dan obligasi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





