Gempa M5,2 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Bandung dan Sukabumi

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 07:21 WIB
Gempa M5,2 di Barat Daya Pangandaran, BMKG Ungkap Penyebab dan Dampaknya. (X @BMKG)
Gempa M5,2 di Barat Daya Pangandaran, BMKG Ungkap Penyebab dan Dampaknya. (X @BMKG)

RADAR BANYUWANGI – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah laut di barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (5/8) pukul 21.55 WIB. Meski getarannya dirasakan hingga sejumlah daerah di Bandung dan Sukabumi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, episenter gempa berada di koordinat 8,17 Lintang Selatan dan 107,86 Bujur Timur, atau sekitar 87 kilometer barat daya Pangandaran, dengan kedalaman 14 kilometer. Gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut.

BMKG: Gempa Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG menjelaskan, karakteristik lokasi episenter dan kedalaman hiposenter menunjukkan bahwa gempa berasal dari aktivitas sesar aktif, bukan akibat aktivitas zona subduksi.

Karena terjadi pada kedalaman relatif dangkal, getaran gempa dapat dirasakan di sejumlah wilayah meski pusat gempa berada di laut.

BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Getaran Terasa hingga Bandung dan Sukabumi

Laporan masyarakat yang diterima BMKG menunjukkan guncangan dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas berbeda.

Di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung, seperti Arjasari, Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Nagrak, dan Solokanjeruk, intensitas gempa mencapai III MMI.

Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan sering diibaratkan seperti ada truk besar yang melintas.

Sementara itu, wilayah Soreang, Pangalengan, dan Ciwidey merasakan guncangan dengan intensitas II-III MMI. Getaran juga dilaporkan dirasakan masyarakat di Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi.

Adapun di wilayah Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, hingga Pelabuhanratu, intensitas gempa tercatat II MMI, yang berarti hanya dirasakan sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

BMKG Catat Satu Gempa Susulan

Hingga pukul 22.30 WIB, BMKG mencatat telah terjadi satu gempa susulan (aftershock) berkekuatan magnitudo 2,2.

Gempa susulan tersebut merupakan respons alami setelah terjadinya gempa utama dan hingga saat ini belum dilaporkan menimbulkan dampak signifikan.

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di kawasan tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan berikutnya.

Belum Ada Laporan Kerusakan

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak panik. BMKG juga meminta warga hanya mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi lembaga tersebut guna menghindari penyebaran hoaks pascagempa. (*)

Editor : Ali Sodiqin
gempa Pangandaran sesar aktif gempa Bandung bmkg gempa hari ini