Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lampu Tiba-Tiba Padam, Pemilik Kaget Rumah Produksi Arang di Srono Banyuwangi Sudah Terbakar

Zamrozi Wahyu • Senin, 22 Juni 2026 | 05:00 WIB
Petugas Damkarmat Sekto Srono, Genteng dan Mako Induk Damkarmat memadamkan api di Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Minggu (21/6). (Heri Siswanto for Radar Banyuwangi)
Petugas Damkarmat Sekto Srono, Genteng dan Mako Induk Damkarmat memadamkan api di Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Minggu (21/6). (Heri Siswanto for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Kebakaran kembali menggegerkan Banyuwangi. Kali ini, sebuah rumah kosong yang dijadikan tempat produksi arang di Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, hangus dilalap api pada Minggu dini hari (21/6). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 10 juta.

Peristiwa itu terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap. Api diketahui mulai berkobar sekitar pukul 02.30 dan dengan cepat membesar karena membakar tumpukan kayu serta material mudah terbakar yang berada di sekitar bangunan.

Rumah berukuran sekitar 6 x 4 meter itu diketahui milik Sutrisno, warga setempat. Meski dalam kondisi kosong, bangunan tersebut selama ini dimanfaatkan sebagai tempat produksi arang.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sektor Srono Heri Siswanto mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 03.11.

Mendapat laporan tersebut, petugas Damkarmat Sektor Srono, Genteng, serta Markas Komando (Mako) Induk langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa empat unit mobil pemadam kebakaran.

"Dengan membawa empat mobil milik pemadam kebakaran, petugas langsung menuju ke lokasi," katanya.

Menurut Heri, berdasarkan keterangan saksi, kebakaran pertama kali diketahui oleh Sutrisno yang rumahnya berada tidak jauh dari bangunan yang terbakar.

Awalnya, ia merasa curiga ketika lampu penerangan di sekitar rumah produksi arang itu tiba-tiba mati sekitar pukul 02.30.

Karena penasaran, Sutrisno kemudian keluar untuk melakukan pengecekan. Namun betapa terkejutnya dia ketika mendapati api sudah membesar dan melalap bagian depan bangunan.

Mengetahui hal itu, Sutrisno langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar pun berdatangan dan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

"Pada saat bersamaan, ada warga yang menghubungi petugas Damkarmat," ujar Heri.

Setibanya di lokasi, petugas langsung memusatkan upaya pemadaman pada titik api yang berada di bagian depan atau teras rumah.

Api diketahui berasal dari tumpukan kayu yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan arang. Material tersebut membuat kobaran api cepat membesar dan berpotensi merembet ke bagian bangunan lainnya.

Setelah api utama berhasil dipadamkan, petugas kemudian melakukan proses pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalaan ulang atau re-ignition yang kerap terjadi pada kebakaran yang melibatkan bahan kayu dan arang.

"Dari hasil investigasi, titik api diduga bersumber dari tumpukan kayu yang memang dibakar untuk dibuat arang dan ditumpuk di depan rumah tersebut. Diduga masih ada bara sehingga memicu api serta menyambar lampu penerangan di atas tumpukan kayu arang tersebut dan lantas merambat ke material lainnya," terang Heri.

Beruntung, saat kejadian bangunan dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka.

Meski demikian, sebagian bangunan beserta material produksi arang mengalami kerusakan akibat kobaran api.

"Kerugian diperkirakan Rp 10 juta," pungkas Heri.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyimpan maupun mengelola bahan yang mudah terbakar. Terlebih, bara api sisa pembakaran yang terlihat padam belum tentu benar-benar mati dan masih berpotensi memicu kebakaran sewaktu-waktu. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kebakaran Srono #produksi arang #Desa Sumbersari #Rumah Terbakar #Damkar Banyuwangi