RADARBANYUWANGI.ID – Sebuah rumah kosong di Dusun Barat, Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Situbondo, tiba-tiba ambruk pada Jumat (19/6) siang. Bangunan yang sudah rapuh itu roboh dan menimpa rumah di sebelahnya, mengakibatkan dua penghuni mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.00 tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, meski kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Koordinator Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo Puriyono mengatakan, rumah yang ambruk merupakan milik Reza, 25, yang diketahui hanya ditempati sesekali.
Karena posisi bangunan berdempetan dengan rumah milik Habi, 61, reruntuhan rumah langsung menghantam bagian bangunan di sebelahnya.
“Sekitar pukul 12.00 rumah Pak Reza ambruk. Bangunannya roboh karena kondisinya sudah rapuh, bukan akibat angin kencang,” ujar Puriyono.
Penghuni Sedang Berada di Dalam Kamar
Saat kejadian berlangsung, Ivan Febriyanto, 25, yang merupakan menantu Habi, tengah berada di dalam kamar bersama istrinya.
Keduanya sempat mendengar suara keras seperti benda jatuh sebelum sebagian dinding kamar mendadak runtuh akibat tertimpa bangunan di sebelahnya.
Menyadari situasi berbahaya, pasangan tersebut langsung berusaha menyelamatkan diri dengan keluar dari kamar.
Namun, mereka tetap mengalami luka akibat terkena material bangunan yang berjatuhan.
“Ivan mengalami lecet pada bagian kaki, sedangkan istrinya mengalami memar di kaki dan paha,” terang Puriyono.
Meski mengalami cedera, kondisi keduanya tidak memerlukan perawatan intensif dan hanya menjalani rawat jalan.
BPBD Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Petugas BPBD yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan kerusakan.
Dari hasil pemeriksaan lapangan, tidak ditemukan korban meninggal dunia maupun korban yang mengalami luka berat.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya.
Keberadaan penghuni yang berhasil keluar sesaat setelah mendengar suara runtuhan diduga menjadi faktor utama yang mencegah jatuhnya korban lebih serius.
Kerugian Capai Rp 32 Juta
Selain menyebabkan korban luka, peristiwa tersebut juga menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar.
BPBD Situbondo memperkirakan total kerugian akibat ambruknya dua bangunan mencapai sekitar Rp 32 juta.
Rumah milik Reza mengalami kerusakan berat dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta.
Sementara rumah milik Habi mengalami kerusakan kategori sedang dengan taksiran kerugian sekitar Rp 12 juta.
Sejumlah bagian dinding rumah rusak, sementara beberapa perabot rumah tangga seperti kursi dan dipan juga ikut hancur tertimpa material bangunan.
“Total kerugian dari dua rumah yang terdampak mencapai sekitar Rp 32 juta,” jelas Puriyono.
Bangunan Rapuh Jadi Penyebab
Berdasarkan hasil asesmen awal BPBD, ambruknya bangunan dipicu kondisi konstruksi rumah yang sudah lapuk dan tidak lagi kuat menopang struktur bangunan.
Petugas memastikan kejadian tersebut tidak dipengaruhi cuaca ekstrem maupun angin kencang yang belakangan kerap terjadi di sejumlah wilayah Situbondo.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk melakukan pengecekan berkala terhadap kondisi bangunan, terutama rumah yang sudah lama tidak ditempati, guna mengantisipasi risiko ambruk yang dapat membahayakan penghuni maupun lingkungan sekitar. (*)
Editor : Ali Sodiqin