RADARBANYUWANGI.ID – Kebakaran mengejutkan terjadi di lingkungan SMKN 1 Glagah, Desa Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Minggu malam (14/6). Sebuah pohon beringin yang berada di area sekolah mendadak terbakar sekitar pukul 18.20. Beruntung, api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan sekolah di sekitarnya.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh petugas keamanan sekolah saat melakukan patroli rutin. Ia melihat kepulan asap dari area pohon beringin dan segera melakukan pengecekan. Setelah memastikan terjadi kebakaran, laporan langsung diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi.
Laporan diterima petugas pada pukul 18.47. Regu Brama 3 kemudian diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar delapan menit kemudian. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 19.30 sebelum api benar-benar berhasil dikendalikan.
Kepala Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, langkah pertama yang dilakukan petugas adalah memutus jalur rambatan api agar tidak menjalar ke bangunan sekolah yang berada di sekitar titik kebakaran.
“Petugas Damkarmat Banyuwangi segera melakukan penyemprotan pada sisi yang berpotensi menjadi jalur rambatan api menuju bangunan sekolah. Setelah itu pemadaman difokuskan pada titik utama kebakaran di pohon beringin hingga api berhasil dikendalikan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, pohon beringin tersebut sebelumnya dalam kondisi cukup kering. Pada hari yang sama, pohon juga sedang menjalani proses pemotongan oleh pekerja dan pekerjaan dihentikan sekitar pukul 16.00 untuk dilanjutkan keesokan harinya.
Namun sekitar dua jam setelah pekerjaan selesai, api tiba-tiba muncul dari area pohon yang telah dipangkas. Tumpukan serbuk kayu hasil pemotongan diduga menjadi salah satu faktor yang mempercepat munculnya kobaran api.
Dari investigasi awal, petugas menduga kebakaran dipicu korsleting listrik pada instalasi lampu taman yang berada di dekat lokasi. Percikan api diduga menyambar serbuk kayu yang mudah terbakar hingga kemudian membakar bagian pohon beringin yang tersisa.
“Diduga terjadi korsleting pada instalasi lampu taman. Percikan api kemudian mengenai tumpukan serbuk kayu yang mudah terbakar dan akhirnya membakar bagian pohon beringin yang masih tersisa,” jelas Edy.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran karena berada di kawasan sekolah, kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Selain itu, tidak ada kerusakan bangunan maupun fasilitas sekolah karena petugas berhasil memadamkan api sebelum meluas.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memastikan instalasi listrik di area publik tetap dalam kondisi aman, terutama ketika terdapat material mudah terbakar di sekitarnya. Dengan respons cepat petugas Damkarmat, potensi kebakaran yang lebih besar di lingkungan sekolah berhasil dicegah. (ray)
Editor : Ali Sodiqin