Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pria Lansia di Genteng Banyuwangi Ditemukan Tergantung di Rumah, Diduga Depresi karena Penyakit Menahun

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 26 Mei 2026 | 05:30 WIB
IDENTIFIKASI: Jajaran kepolisian saat olah TKP insiden gantung diri di Dusun Sumberwadung, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Senin siang (25/5). (Edy for Radar Banyuwangi)
IDENTIFIKASI: Jajaran kepolisian saat olah TKP insiden gantung diri di Dusun Sumberwadung, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Senin siang (25/5). (Edy for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Warga Dusun Sumberwadung, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya, Senin siang (25/5). Korban diketahui bernama Salamun, 70, warga setempat yang diduga nekat mengakhiri hidup akibat depresi karena penyakit komplikasi yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Peristiwa memilukan tersebut langsung menyita perhatian warga sekitar dan memicu kepanikan di lingkungan tempat tinggal korban.

Kapolsek Genteng Kompol Edy Priswanto mengatakan, kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 12.15 WIB. Saat itu, seorang saksi bernama Nuryanto, 44, mendengar teriakan histeris dari dalam rumah korban.

“Pertama yang melihat korban adalah istrinya, Darmi,” ujarnya.

Menurut Kapolsek Edy, Darmi menangis sambil meminta pertolongan setelah mendapati suaminya dalam kondisi tergantung di dalam rumah.

Teriakan tersebut didengar Nuryanto yang kebetulan sedang melintas di depan rumah korban.

Saksi kemudian bergegas masuk ke dalam rumah dan mendapati tubuh Salamun sudah tergantung menggunakan tali tampar berwarna biru yang terikat pada balok cor atap rumah.

“Saksi langsung masuk ke rumah korban. Dia mendapati tubuh Salamun sudah dalam posisi tergantung pada tali tampar yang terikat di balok cor atap rumah,” bebernya.

Melihat kondisi korban, warga sekitar segera berdatangan untuk memberikan pertolongan.

Korban kemudian diturunkan dari posisi tergantung dan sempat diketahui masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Saat pertama kali dievakuasi, Salamun disebut masih sempat bernapas sehingga warga segera memanggil tenaga medis ke lokasi kejadian.

“Warga bergerak cepat memanggil tenaga medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan intensif di lokasi, korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Edy.

Mendapat laporan dari warga, personel Polsek Genteng langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) bersama petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP.

Berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan petugas kesehatan dari PKM Gentengkulon, polisi memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban.

Polisi menyimpulkan peristiwa tersebut murni bunuh diri.

“Peristiwa ini murni bunuh diri. Dari hasil penyelidikan dan keterangan pihak keluarga, korban mengalami depresi berat lantaran memiliki riwayat penyakit komplikasi yang sudah menahun dan tidak kunjung sembuh,” tegasnya.

Pihak keluarga disebut telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi lanjutan.

Penolakan autopsi dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang disampaikan kepada petugas kepolisian.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Keluarga meminta agar korban langsung dikuburkan,” pungkas Kapolsek Edy.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya bagi penderita penyakit menahun yang rentan mengalami tekanan psikologis berkepanjangan. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Bunuh diri Banyuwangi #Salamun Kaligondo #Depresi penyakit komplikasi #polsek genteng #Genteng Banyuwangi