Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Pastikan 84 Korban Tabrakan Bekasi Timur Sudah Pulang, 17 Masih Dirawat Intensif dan Pendampingan Terus Dilanjutkan Hingga Pemulihan Tuntas

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 5 Mei 2026 | 13:26 WIB
KAI memastikan 84 korban tabrakan kereta di Bekasi Timur telah pulang. (Antara)
KAI memastikan 84 korban tabrakan kereta di Bekasi Timur telah pulang. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan proses pendampingan terhadap korban insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur terus berjalan. Hingga Senin (4/5/2026), mayoritas korban telah kembali ke rumah, sementara sebagian lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa sebanyak 84 pelanggan telah dipulangkan. Namun, 17 pelanggan lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

“Per Senin (4/5/2026), sebanyak 84 pelanggan telah kembali ke rumah, sementara 17 pelanggan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit,” ujar Anne dalam keterangan resmi, dikutip Antara.

Baca Juga: KAI Surabaya Vaganza Semarakkan HUT ke-733 Surabaya, Diskon Tiket Kereta Api 15 Persen dan Undian Hadiah Menarik

KAI menegaskan pemantauan kondisi korban dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh kebutuhan medis dan nonmedis terpenuhi. Pendampingan tidak hanya diberikan kepada korban yang masih dirawat, tetapi juga kepada mereka yang telah kembali ke rumah.

“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” lanjutnya.

Selain itu, KAI membuka mekanisme klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan secara mandiri. Proses ini mensyaratkan sejumlah dokumen, antara lain bukti perjalanan, identitas diri, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening.

Setelah dokumen dinyatakan lengkap, pengajuan klaim akan dikoordinasikan dengan pihak asuransi. Proses penyelesaian ditargetkan rampung paling lambat dalam 21 hari kerja.

Baca Juga: Stasiun Comal Diserbu Penumpang Kereta Api, 1.472 Orang Gunakan Layanan Baru KAI, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Pemalang dan Sekitarnya

Dalam rangka pemulihan psikologis, layanan trauma healing juga masih tersedia bagi korban dan keluarga. Pengajuan layanan dapat dilakukan melalui Posko Informasi di Bekasi Timur maupun melalui call center yang telah disediakan. Pendampingan dimulai melalui layanan telemedicine dan dapat dilanjutkan secara langsung sesuai kebutuhan.

KAI juga menangani barang bawaan pelanggan yang tertinggal saat kejadian. Hingga 4 Mei 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat 115 barang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 61 barang sudah dikembalikan kepada pemilik, sedangkan 54 barang lainnya masih menunggu proses pengambilan.

Seluruh barang telah diamankan melalui layanan Lost and Found di Stasiun Bekasi Timur. KAI mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan barang untuk segera melakukan verifikasi di posko.

“KAI menjamin setiap barang diproses melalui verifikasi yang cermat agar dapat kembali kepada pemilik yang berhak. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” kata Anne.

Sebagai pusat layanan terpadu, Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur akan tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026. Posko tersebut melayani berbagai kebutuhan, mulai dari informasi, administrasi, hingga dukungan psikologis bagi korban dan keluarga.

“KAI akan terus memastikan seluruh proses pendampingan berjalan dengan baik agar pelanggan dan keluarga dapat melalui masa pemulihan dengan lebih tenang dan terarah,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#berita transportasi Indonesia #KAI Bekasi Timur #tabrakan kereta Bekasi #Korban Kereta Api #PT KAI Pendampingan