Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tujuh Keluarga Lapor ke RS Polri, Identifikasi Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur Dikebut, Jumlah Korban Tewas Naik Jadi 14 Orang

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 29 April 2026 | 09:19 WIB
Tujuh keluarga korban kecelakaan KRL Bekasi Timur melapor ke RS Polri Kramat Jati. (JawaPos.com)
Tujuh keluarga korban kecelakaan KRL Bekasi Timur melapor ke RS Polri Kramat Jati. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Sebanyak tujuh keluarga korban kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di kawasan Bekasi Timur telah melapor ke posko identifikasi korban atau Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Kramat Jati. Laporan tersebut menjadi bagian krusial dalam proses pencocokan identitas korban yang masih berlangsung.

Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono, menyampaikan bahwa data dari keluarga sangat dibutuhkan untuk mempercepat identifikasi.

“Hingga saat ini, sudah ada tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke posko sebelum kematian (ante mortem),” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.

RS Polri diketahui telah menerima 10 kantong jenazah sejak dini hari. Seluruh korban berjenis kelamin perempuan dan kini masih dalam proses identifikasi oleh tim forensik DVI.

Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem hasil pemeriksaan forensik. Data yang disarankan meliputi identitas diri, foto kondisi gigi, hingga dokumen dengan rekam sidik jari seperti ijazah.

“Seluruh jenazah masih dalam proses identifikasi. Kami terus melakukan rekonsiliasi data agar identitas korban dapat segera dipastikan,” lanjut Prima.

Pihak RS Polri juga masih membuka layanan bagi keluarga lain yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam insiden tersebut. Kehadiran keluarga dinilai sangat menentukan kecepatan proses identifikasi.

“Data-data tersebut sangat membantu tim dalam mempercepat proses identifikasi,” tegasnya.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebutkan data terbaru per Selasa pagi pukul 08.45 WIB mencatat 14 korban meninggal dunia. Seluruh korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Selain korban meninggal, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

RS Polri menargetkan hasil sementara identifikasi dapat diumumkan dalam waktu dekat, seiring bertambahnya data dari pihak keluarga.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kecelakaan KRL Bekasi Timur #identifikasi korban RS Polri #tabrakan kereta Bekasi #DVI Polri #korban KAI 2026