Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gunung Raung Mulai Tenang, Asap Putih Menghilang Tapi Status Belum Turun

Salis Ali Muhyidin • Senin, 20 April 2026 | 08:00 WIB
MENJULANG: Visual Gunung Raung dilihat dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Minggu (19/4). (PPGA Gunung Raung)
MENJULANG: Visual Gunung Raung dilihat dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Minggu (19/4). (PPGA Gunung Raung)

RADARBANYUWANGI.ID – Aktivitas vulkanik Gunung Raung Banyuwangi, Banyuwangi, menunjukkan tren penurunan signifikan. Asap putih yang selama ini menjadi penanda aktivitas magma di kaldera kini dilaporkan mulai menghilang. Namun, di balik kabar baik tersebut, status gunung api masih belum berubah.

Kondisi ini memunculkan dilema: apakah Raung benar-benar menuju fase normal, atau hanya mengalami jeda aktivitas yang berpotensi menipu?

Asap Putih Tak Lagi Terlihat

Gunung setinggi 3.332 mdpl itu kini tampak lebih “tenang” dibanding beberapa bulan lalu. Sejak erupsi pada Juni, intensitas asap terus menurun. Bahkan dalam beberapa hari terakhir, fenomena asap putih di pagi hari sudah tidak terlihat sama sekali.

Baca Juga: Isu Gaji ke-13 ASN Dipotong 25 Persen Menguat, Pemerintah Buka Suara: Belum Ada Keputusan

“Beberapa hari ini memang tidak terlihat asap putih. Kondisinya melandai, semoga terus seperti ini,” ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Agung Tri Subekti, kemarin (19/4).

Hilangnya asap ini kerap diartikan sebagai indikasi berkurangnya aktivitas magma di dalam kawah.

Sinyal Normal atau Efek Cuaca?

Meski demikian, Agung mengingatkan bahwa fenomena tersebut tidak bisa langsung disimpulkan sebagai tanda gunung kembali normal.

Ada faktor lain yang turut memengaruhi, salah satunya kondisi cuaca di puncak gunung.

“Kalau tidak ada hujan di atas, asap memang cenderung menipis. Sebaliknya, saat hujan lebat, uap air membuat asap terlihat lebih tebal,” jelasnya.

Baca Juga: CPNS 2026 Dibuka Agustus? Ini Formasi 160 Ribu yang Disiapkan, Pelamar Diminta Bersiap

Artinya, hilangnya asap putih belum tentu sepenuhnya mencerminkan penurunan aktivitas vulkanik secara absolut.

Aktivitas Seismik Masih Terekam

Data seismograf menunjukkan aktivitas Gunung Raung memang menurun, tetapi belum sepenuhnya berhenti.

Setiap hari, masih tercatat gempa tektonik lokal dan gempa embusan, meski jumlahnya semakin sedikit dibanding sebelumnya.

Pada Sabtu (18/4), tercatat:

Data ini menunjukkan bahwa aktivitas di dalam perut gunung masih berlangsung, meski dalam intensitas rendah.

Status Belum Berubah

Meski tren penurunan terlihat jelas, hingga saat ini status Gunung Raung belum diturunkan.

Pihak PPGA masih memilih bersikap konservatif dengan terus memantau perkembangan aktivitas secara intensif.

Baca Juga: Senam Massal ASN Situbondo Bareng Kepala BKN, Dilanjut Tanam Pohon di Alun-Alun Kota Santri

“Belum ada perubahan status. Tapi kalau kondisi ini terus stabil, ada kemungkinan ke depan bisa diturunkan,” kata Agung.

Waspada di Balik Ketenangan

Penurunan aktivitas sering kali menjadi fase krusial dalam siklus gunung api. Dalam beberapa kasus, fase “tenang” justru menjadi jeda sebelum peningkatan aktivitas berikutnya.

Karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Raung tetap diminta waspada dan tidak lengah.

Kondisi saat ini memang menunjukkan tren positif. Namun, gunung api dikenal dinamis dan sulit diprediksi sepenuhnya.

Apakah Raung benar-benar menuju fase normal, atau hanya “diam sejenak”? Jawabannya masih menunggu waktu dan data berikutnya. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Gunung Raung aktivitas #asap Raung hilang #vulkanik Banyuwangi #status Gunung Raung #PPGA Raung