RADARBANYUWANGI.ID – Warga Dusun Selorejo, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, dibuat panik setelah terjadi korsleting listrik yang memicu percikan api pada Selasa sore (7/4).
Percikan api dari jaringan kabel listrik sempat merembet dan nyaris menyambar dua rumah di sekitarnya.
Beruntung, kesigapan warga mencegah kejadian berubah menjadi kebakaran besar.
Dengan peralatan seadanya, warga berhasil memadamkan api sebelum menjalar ke bangunan terdekat.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan jaringan listrik ke 15 rumah di wilayah itu padam pada Selasa malam.
Kanitreskrim Polsek Genteng, Ipda Sujarwadi, mengatakan tidak ada korban dalam insiden tersebut.
Kerugian utama berupa kerusakan pada MCB (miniature circuit breaker) dan terganggunya aliran listrik di sejumlah rumah warga.
“Kerugian hanya kerusakan MCB atau miniature circuit breaker dan jaringan listrik di 15 rumah padam,” ujarnya.
Menurut Sujarwadi, kejadian pertama kali diketahui warga saat api terlihat merambat di jaringan kabel listrik.
Saat itu, kawasan sekitar sedang diguyur hujan.
Kondisi cuaca basah diduga memperbesar risiko gangguan pada instalasi listrik yang sudah menua.
Melihat percikan api yang semakin membesar, warga langsung berteriak meminta pertolongan.
Warga sekitar kemudian berdatangan ke lokasi untuk membantu memadamkan api dan mengamankan area sekitar.
“Warga langsung berkumpul, salah satunya melapor ke Polsek Genteng dan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Genteng,” katanya.
Tak lama berselang, petugas kepolisian dan tim Damkarmat tiba di lokasi.
Namun saat petugas datang, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga.
Meski begitu, petugas tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan sumber gangguan dan mencegah bahaya lanjutan.
“Kami lakukan identifikasi di sekitar lokasi. Dari temuan kami memang ada korsleting. Untuk kabel yang terbakar, kondisinya sudah tua dan harus diganti PLN,” ucapnya.
Dugaan sementara, korsleting dipicu kondisi kabel jaringan yang sudah lama dan tidak lagi layak pakai.
Hal ini menjadi perhatian karena berpotensi memicu gangguan serupa, terlebih saat hujan.
Sementara itu, anggota Damkarmat Sektor Genteng, Irfan Muhlisin, mengatakan pihaknya fokus memastikan tidak ada titik api baru yang masih tersisa.
Pengecekan dilakukan di sekitar kabel, sambungan listrik, dan rumah yang berada paling dekat dengan titik kejadian.
“Saat kami ke lokasi memang sudah padam, kami cek menyeluruh memastikan tidak ada titik api lain,” tegasnya.
Selain pemeriksaan, tim Damkarmat juga melakukan proses pendinginan pada bagian MCB yang terbakar.
Langkah ini dilakukan agar suhu pada komponen listrik kembali stabil dan tidak memicu percikan api susulan.
“Sekitar pukul 18.00 lokasi sudah kondusif, warga kami edukasi agar bisa mencegah kondisi serupa,” pungkasnya.
Petugas juga mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik rumah, terutama kabel dan MCB yang sudah berusia lama, agar kejadian serupa tidak terulang. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin