RADARBANYUWANGI.ID– Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi. Lembaga tersebut memberikan bantuan transportasi kepada Kapten (Pur) Sunardi, purnawirawan TNI Angkatan Darat yang tengah berjuang melawan penyakit stroke, agar bisa kembali ke kampung halamannya di Pekanbaru, Riau.
Pemberangkatan Sunardi dilakukan dari Terminal Brawijaya, Banyuwangi, pada Senin pagi (6/4). Momen haru itu turut disaksikan langsung oleh Ketua Baznas Banyuwangi Dwi Yanto, Wakil Ketua Bidang Distribusi Baznas Nanang Khairurozik, perwakilan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Banyuwangi, serta Ketua Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Kabupaten Banyuwangi Aris bersama wakilnya, Gunawan.
Bantuan yang diberikan berupa tiket gratis bus PO Handoyo dengan rute Banyuwangi menuju Pekanbaru, Riau. Bantuan ini menjadi angin segar bagi Sunardi yang selama ini hidup seorang diri di Banyuwangi dalam kondisi kesehatan yang menurun akibat stroke.
Menurut informasi yang dihimpun, Sunardi sebelumnya juga pernah menerima bantuan alat bantu jalan berupa tongkat kaki empat dari Baznas Banyuwangi untuk membantu menopang keseimbangan tubuhnya saat berjalan.
Setelah kondisi kesehatannya membutuhkan pendampingan keluarga, Sunardi kemudian mengajukan bantuan biaya transportasi untuk kembali ke Pekanbaru. Permintaan tersebut langsung direspons cepat oleh Baznas Banyuwangi dengan membelikan tiket perjalanan bus jarak jauh.
“Terima kasih Baznas, para muzaki, Pemkab Banyuwangi, dan para pihak yang telah membantu saya saat berada di Banyuwangi hingga keberangkatan ini,” ujar Sunardi dengan nada haru usai dijemput menggunakan mobil operasional Baznas, Senin pagi.
Keberangkatan Sunardi menjadi simbol nyata hadirnya zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama kalangan duafa dan lansia dengan kondisi kesehatan khusus.
Ketua Baznas Banyuwangi Dwi Yanto mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian lembaganya terhadap warga yang membutuhkan dukungan, khususnya mereka yang tengah mengalami sakit dan kesulitan ekonomi.
Menurutnya, kepulangan Sunardi ke Pekanbaru diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan karena bisa berkumpul kembali bersama keluarga.
“Bantuan Baznas kepada Bapak Sunardi ini sebagai bentuk kepedulian kepada duafa yang menderita stroke dan membutuhkan biaya perjalanan pulang agar bisa berkumpul dengan keluarganya,” ujarnya.
Dwi juga menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas Banyuwangi. Ia menegaskan, seluruh bantuan sosial yang disalurkan merupakan amanah dari para donatur yang ingin membantu sesama.
“Terima kasih kepada para muzaki. Berkat zakat, infak, dan sedekah dari muzaki, Bapak Sunardi bisa mendapatkan bantuan alat kesehatan dan biaya tiket bus ke Pekanbaru,” tambahnya.
Langkah Baznas Banyuwangi ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk keluarga besar purnawirawan TNI AD di Banyuwangi. Kehadiran organisasi sosial dan lembaga zakat dinilai sangat penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
Kisah Sunardi sekaligus menjadi pengingat bahwa masih banyak warga yang memerlukan perhatian, terutama lansia dan penderita penyakit kronis yang hidup sendiri tanpa keluarga di perantauan.
Dengan bantuan tersebut, Sunardi kini dapat kembali ke Pekanbaru untuk melanjutkan pengobatan sekaligus berkumpul bersama keluarga tercinta.
Baznas Banyuwangi pun memastikan akan terus hadir untuk membantu masyarakat kurang mampu melalui berbagai program kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, hingga bantuan transportasi sosial. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin