KAI Lakukan Rekayasa Operasi Usai Kereta Api Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Jalur Masih Dalam Pemulihan

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 19:48 WIB
KA Bangunkarta anjlok di Stasiun Bumiayu, Brebes, sebabkan gangguan perjalanan kereta. (Antara)
KA Bangunkarta anjlok di Stasiun Bumiayu, Brebes, sebabkan gangguan perjalanan kereta. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Insiden anjloknya kereta api kembali terjadi. Kali ini menimpa KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasarsenen yang keluar jalur di emplasemen Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Senin (6/4/2026) pukul 14.15 WIB.

Peristiwa tersebut memicu gangguan operasional pada jalur hulu dan hilir, sehingga lintas belum dapat dilalui sementara waktu.

Dalam keterangan resmi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Vice President Corporate Communication, Anne Purba, menyampaikan bahwa kejadian terjadi di Km 312+1 dan berdampak signifikan terhadap perjalanan kereta di wilayah tersebut.

“KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan perjalanan yang terjadi akibat insiden ini,” ujar Anne dalam pernyataan tertulis, dikutip Antara.

Meski demikian, KAI memastikan seluruh penumpang dan awak kereta dalam kondisi selamat tanpa adanya korban jiwa.

Fokus utama saat ini adalah percepatan evakuasi rangkaian kereta yang anjlok agar jalur dapat segera difungsikan kembali.

Proses evakuasi dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan unsur kewilayahan setempat.

Selain itu, petugas dari unit jalan rel, jembatan, serta sarana terus bekerja di lokasi guna memastikan jalur kembali laik operasi sesuai standar keselamatan.

Untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan, KAI menyiapkan 10 unit bus sebagai angkutan lanjutan (overstappen) guna mengantar penumpang ke tujuan akhir atau menyambung perjalanan yang terputus.

KAI juga memberikan kompensasi berupa makanan dan minuman sesuai ketentuan service recovery.

“Petugas di lapangan terus memberikan pendampingan dan informasi terkini agar pelanggan tetap merasa nyaman selama proses penanganan berlangsung,” kata Anne.

Sebagai langkah lanjutan, KAI menerapkan rekayasa pola operasi perjalanan kereta api di wilayah terdampak.

Sejumlah perjalanan dibatalkan sepenuhnya, antara lain KA Sawunggalih, KA Taksaka, KA Purwojaya, dan KA Joglosemarkerto.

Sementara itu, beberapa kereta seperti KA Kamandaka, KA Sawunggalih, dan KA Purwojaya mengalami pembatalan sebagian relasi serta penerapan skema saling tukar rangkaian (wet overstappen).

KA Ranggajati juga mengalami pembatalan sebagian lintas.

Untuk menjaga kelancaran operasional secara keseluruhan, sejumlah kereta jarak jauh dialihkan rutenya.

KA Argo Semeru, KA Gayabaru Malam Selatan, KA Progo, dan KA Senja Utama Yogyakarta dialihkan melalui lintas Kroya–Bandung–Cikampek.

Adapun KA Bima, KA Manahan, dan KA Jakatingkir dialihkan melalui jalur utara via Semarang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
stasiun bumiayu rekayasa operasi bangunkarta KAI Kereta Api