RADARBANYUWANGI.ID – Warga Dusun Sumbergroto, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi digegerkan dengan penemuan jasad bayi di aliran sungai wilayah Judeg pada Minggu (23/3).
Bayi tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki dan diduga baru dilahirkan satu hingga dua hari sebelum ditemukan.
Penemuan bayi malang itu bermula saat dua warga setempat, Isro dan Hasan, hendak bersilaturahmi ke rumah kerabatnya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kapolsek Srono AKP Sutarkam menjelaskan, keduanya berjalan kaki melintasi tepi sungai, tepatnya di area dam, ketika melihat benda mencurigakan yang mengapung di aliran air.
“Awalnya mereka mengira itu boneka karena terbungkus kresek warna ungu,” ujarnya.
Karena penasaran, Isro dan Hasan kemudian mendekati benda tersebut. Setelah diangkat ke tepi sungai, keduanya terkejut karena isi bungkusan ternyata adalah jasad bayi yang sudah tidak bernyawa.
“Setelah mengetahui itu jasad bayi, mereka langsung melaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Srono,” tambahnya.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut, termasuk mencari tahu siapa orang tua bayi dan penyebab pasti kematiannya.
Sementara itu, Kepala Desa Rejoagung, Sonhaji, mengungkapkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan bersama pihak medis dari Puskesmas Wonosobo.
Bayi tersebut memiliki panjang tubuh sekitar 50 sentimeter dengan berat badan kurang lebih 3.500 gram. Saat ditemukan, bayi tidak mengenakan pakaian.
“Jenis kelamin laki-laki, tali pusar sudah terpotong, dan diperkirakan dilahirkan satu atau dua hari sebelum ditemukan,” jelasnya.
Ditemukan Dalam Kondisi Kaku dan Lebam
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah tanda pada tubuh bayi yang mengindikasikan kondisi pascakematian.
Di antaranya terdapat lebam pada tubuh serta kondisi jasad yang sudah kaku.
Selain itu, terdapat lecet pada bagian bokong kiri dan cairan yang keluar dari anus.
Untuk ciri fisik, kepala bayi berbentuk simetris dengan rambut hitam tipis sepanjang sekitar 2 sentimeter. Telinga dan mulut juga dalam kondisi simetris, meski bibir tampak kebiruan.
“Tidak ditemukan tanda-tanda patah tulang pada bagian telinga maupun rahang,” lanjut Sonhaji.
Bagian tangan dan kaki juga dalam kondisi simetris, meski terdapat kulit terkelupas di bagian kaki kiri dengan ukuran sekitar 2 sentimeter.
Warga Diminta Melapor Jika Mengetahui Informasi
Kasus ini menambah daftar penemuan bayi di wilayah Banyuwangi yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor.
Penyelidikan masih terus dilakukan guna mengungkap latar belakang kejadian, termasuk kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut.
Warga sekitar pun berharap pelaku segera terungkap agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Sementara itu, lokasi penemuan telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin