RADARBANYUWANGI.ID - Aksi pencurian ternak kembali meresahkan warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menjelang Lebaran.
Seekor sapi jenis limosin milik warga di Kecamatan Banyuputih ditemukan telah disembelih oleh maling di dalam kandang pada Sabtu dini hari (14/3).
Sapi tersebut milik Ramli (49), warga Kampung Sodung, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo.
Hewan ternak bernilai sekitar Rp15 juta itu ditemukan dalam kondisi mati bersimbah darah dengan sebagian tubuhnya telah diambil pelaku.
Diduga pelaku menyembelih sapi tersebut di dalam kandang sebelum membawa kabur paha kaki kirinya.
Ditemukan Pagi Hari Saat Pengecekan Kandang
Peristiwa tersebut baru diketahui pada pagi hari sekitar pukul 06.00 ketika pemilik hendak mengecek kondisi ternaknya di kandang.
Saat tiba di lokasi, Ramli dibuat terkejut karena sapi miliknya sudah tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa dan berlumuran darah.
“Kemungkinan maling beraksi sekitar pukul tiga dini hari. Saat ditemukan dalam kondisi mati, darahnya masih segar dan mengalir,” kata Ramli.
Melihat kondisi tersebut, ia segera memberi kabar kepada anggota keluarga dan tetangga sekitar.
Tak lama kemudian warga berdatangan ke lokasi kandang untuk melihat kondisi sapi yang menjadi korban pencurian tersebut.
Warga Resah Jelang Lebaran
Ramli mengaku pasrah dengan kejadian yang menimpa ternaknya tersebut. Ia tidak menyangka sapi yang selama ini dipelihara tiba-tiba menjadi sasaran pencurian.
“Sapinya sudah mati, pahanya juga diambil, mau bagaimana lagi,” ujarnya.
Namun kejadian tersebut membuat warga sekitar merasa resah. Menurut Ramli, kasus pencurian sapi dengan cara dijagal di tempat seperti ini kerap terjadi menjelang momen Lebaran.
“Kalau di sini, tiap mendekati Lebaran biasanya ada saja maling jagal,” tuturnya.
Fenomena tersebut membuat para peternak di wilayah tersebut harus meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari.
Polisi Lakukan Olah TKP
Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Banyuputih langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Banyuputih AKP Hasan Basri mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari korban dan sejumlah warga.
Petugas juga membantu pemilik ternak untuk menguburkan bangkai sapi di dekat area kandang agar tidak menimbulkan bau menyengat.
“Anggota bersama warga membantu korban menguburkan sapi di dekat kandang,” ujar Hasan.
Pelaku Diduga Kabur ke Arah Timur
Setelah melakukan olah TKP, petugas Bhabinkamtibmas bersama warga setempat melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mencari kemungkinan jejak pelaku.
Namun hingga penyisiran dilakukan, pelaku belum berhasil ditemukan.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan potongan kecil daging yang diduga tertinggal saat pelaku melarikan diri.
“Kami menemukan sepotong daging seukuran jempol kaki orang dewasa. Pelaku diperkirakan melarikan diri ke arah timur,” jelas Hasan.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku pencurian ternak tersebut.
Peternak Diminta Tingkatkan Pengawasan
Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para peternak, agar meningkatkan pengawasan terhadap hewan ternak mereka.
Pencurian ternak diketahui kerap meningkat menjelang hari besar keagamaan karena tingginya permintaan daging di pasaran.
Selain memperkuat keamanan kandang, warga juga diminta segera melapor kepada aparat jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Dengan adanya kerja sama antara warga dan aparat keamanan, diharapkan kasus pencurian ternak di wilayah Situbondo dapat diminimalisasi. (hum/aif)
Editor : Ali Sodiqin