Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di Banyuwangi hingga 20 Februari, Waspadai Banjir dan Longsor

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Jumat, 13 Februari 2026 | 10:30 WIB

Pengendara motor menerobos hujan di Jalan Barito, Kelurahan Penganjuran, Kamis (12/2).
Pengendara motor menerobos hujan di Jalan Barito, Kelurahan Penganjuran, Kamis (12/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Warga Banyuwangi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi hingga 20 Februari mendatang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Jawa Timur yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul dinamika atmosfer yang masih aktif dan berpotensi meningkatkan intensitas hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah daerah.

Dipengaruhi Monsun Asia dan Gangguan Atmosfer

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, dalam laporan resmi yang dirilis Rabu (11/2), menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer.

“Cuaca ekstrem diakibatkan oleh beberapa faktor seperti aktifnya Monsun Asia, adanya gangguan atmosfer Low dan Equatorial Rossby yang melintasi wilayah Jatim, serta hangatnya suhu muka laut di Selat Madura dan labilnya atmosfer di wilayah Jawa Timur,” ujarnya.

Kombinasi faktor tersebut menyebabkan pembentukan awan konvektif lebih intens, yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir.

BMKG Juanda pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, hingga pohon tumbang.

Banyuwangi Masih Berpotensi Hujan

Sementara itu, data BMKG Banyuwangi menunjukkan bahwa dalam tiga hari ke depan sejak Rabu (12/2) hingga Sabtu (14/2), wilayah Banyuwangi diperkirakan masih berpotensi hujan dengan tingkat peringatan mulai dari waspada hingga siaga.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Ibnu Aryo, menyampaikan bahwa potensi hujan di wilayah ujung timur Pulau Jawa tersebut masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Untuk daerah Banyuwangi diperkirakan masih ada potensi hujan ringan hingga sedang sampai malam hari,” ujarnya.

Menurut Ibnu, saat ini Banyuwangi memang sedang memasuki puncak musim penghujan yang lazim terjadi pada Januari hingga Februari.

Pada periode tersebut, frekuensi dan intensitas hujan cenderung meningkat dibandingkan bulan-bulan lainnya.

“Banyuwangi sendiri untuk saat ini sedang dalam puncak musim penghujan yang terjadi di bulan Januari dan Februari,” tambahnya.

Waspadai Dampak Bencana Hidrometeorologi

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.

Pengguna jalan juga diminta waspada terhadap potensi jalan licin serta pohon tumbang akibat angin kencang.

Selain itu, nelayan dan pelaku aktivitas laut juga perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru mengingat potensi angin kencang dapat memicu gelombang tinggi.

BMKG mengingatkan pentingnya memantau informasi resmi melalui kanal resmi BMKG maupun pemerintah daerah agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem di Banyuwangi dan wilayah Jawa Timur hingga 20 Februari mendatang.

Dengan kewaspadaan dan respons cepat, risiko dampak bencana akibat cuaca ekstrem diharapkan dapat diminimalkan. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#peringatan cuaca ekstrem #bmkg juanda #waspadai banjir #banyuwangi #Tanah Longsor