RADARBANYUWANGI.ID – Nasib nahas dialami seorang pencari ikan nila di bekas galian C Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi.
Seorang pria muda ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat menyelam di kolam bekas tambang tersebut, Senin (9/2).
Korban diduga tersangkut ganggang yang tumbuh di dasar galian.
Korban diketahui bernama Apris Oreza, 23, warga Dusun Sumberasri, Desa/Kecamatan Songgon.
Saat kejadian, Apris tengah mencari ikan nila bersama dua rekannya, Dani dan Maulana, di lokasi bekas galian C yang cukup dalam dan minim penerangan.
Menyelam Tanpa Alat Pengaman
Kapolsek Blimbingsari AKP Imron menjelaskan, peristiwa tragis tersebut bermula ketika korban bersama dua rekannya berangkat dari rumah sekitar pukul 03.00 WIB.
Ketiganya berniat mencari ikan nila dengan cara menyelami kolam bekas galian menggunakan panah ikan.
“Mereka menyelami bekas galian C menggunakan lampu senter yang dipasang di kepala tanpa alat pengaman,” ujar Imron.
Bekas tambang tersebut diketahui memiliki air yang keruh, banyak ditumbuhi ganggang, serta minim visibilitas, terutama pada malam hingga dini hari.
Kondisi ini dinilai cukup berbahaya, terlebih bagi penyelam tanpa perlengkapan keselamatan.
Senter Tak Bergerak, Korban Ditemukan Tenggelam
Setelah beberapa menit menyelam, kedua rekan korban mulai merasa curiga karena lampu senter yang digunakan Apris terlihat tidak bergerak. Saat didekati, korban ternyata sudah dalam kondisi tenggelam.
“Korban tenggelam di kedalaman sekitar 1,5 meter atau setinggi dada orang dewasa,” jelas Imron.
Melihat kondisi tersebut, Dani dan Maulana berusaha menolong korban. Namun upaya penyelamatan tidak berjalan mulus.
Tubuh korban diketahui tersangkut ganggang yang tumbuh lebat di dasar kolam bekas galian C.
“Evakuasi gagal karena tubuh korban tersangkut ganggang. Kedua rekannya kemudian mencari pertolongan ke warga sekitar,” tegasnya.
Korban Meninggal Murni Akibat Tenggelam
Sekitar pukul 05.30 WIB, petugas kepolisian yang menerima laporan dari masyarakat langsung menuju ke lokasi kejadian.
Bersama tim medis Puskesmas Badean, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan awal.
“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban meninggal murni akibat tenggelam,” ujar Kapolsek Blimbingsari.
Untuk memastikan penyebab kematian secara lebih detail, petugas sebenarnya menyarankan dilakukan bedah mayat atau otopsi. Namun, pihak keluarga korban menolak prosedur tersebut.
“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Imron.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas di bekas galian C, terutama yang telah terisi air dan memiliki risiko tinggi, terlebih tanpa perlengkapan keselamatan memadai. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin