Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kasus Pengeroyokan Konvoi Pendekar di Genteng Banyuwangi Masih Diselidiki, Pelaku Tutupi Wajah dan Plat Nomor

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 27 Januari 2026 | 06:30 WIB
TKP: Anggota Unit Reskrim Polsek Genteng memeriksa sejumlah saksi aksi pengeroyokan oleh diduga pendekar silat, Senin (26/1).
TKP: Anggota Unit Reskrim Polsek Genteng memeriksa sejumlah saksi aksi pengeroyokan oleh diduga pendekar silat, Senin (26/1).

RADARBANYUWANGI.ID – Proses penyelidikan kasus pengeroyokan yang diduga melibatkan kelompok pendekar silat di wilayah Kecamatan Genteng, Banyuwangi, masih terus berlanjut.

Aparat kepolisian hingga kini masih berupaya mengungkap identitas para pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Insiden pengeroyokan itu terjadi pada Kamis (15/1) malam di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama berada di simpang empat Dusun Maron, Desa Genteng Kulon.

Lokasi kedua terjadi tak jauh dari titik pertama, yakni di simpang tiga Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, tepatnya di depan Hotel Agung Genteng.

Sudah Periksa 15 Saksi

Kanitreskrim Polsek Genteng Ipda Sujarwadi mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 15 orang saksi terkait peristiwa tersebut. Mayoritas saksi yang diperiksa merupakan anggota perguruan silat.

“Penyelidikan masih berlanjut. Kami sudah memeriksa cukup banyak saksi. Pelan-pelan simpul-simpul untuk menguak siapa pelakunya mulai terlihat,” ujar Sujarwadi.

Meski demikian, dari hasil pemeriksaan saksi, polisi justru menemukan fakta baru yang cukup menyulitkan proses pengungkapan kasus.

Pelaku Tutupi Wajah dan Plat Nomor

Menurut Sujarwadi, para pelaku diduga sengaja mengaburkan identitas mereka saat melakukan konvoi dan pengeroyokan.

Hampir seluruh peserta konvoi disebut mengenakan kain penutup wajah, sehingga saksi kesulitan mengenali ciri-ciri para pelaku.

“Para saksi bahkan kesulitan menunjukkan identitas para pelaku karena hampir semua peserta konvoi menggunakan penutup wajah,” katanya.

Tak hanya itu, upaya menghilangkan jejak juga dilakukan dengan menutup hampir seluruh plat nomor kendaraan yang digunakan.

Langkah tersebut diduga untuk menyulitkan aparat dalam mengidentifikasi kendaraan melalui rekaman kamera pengawas.

“Kami sudah mendapatkan rekaman CCTV, tetapi keseluruhan plat nomor tidak bisa diidentifikasi karena ditutup,” jelasnya.

Polisi Masih Dalami

Faktor tersebut membuat polisi hingga kini belum bisa menyimpulkan siapa saja yang terlibat langsung dalam pengeroyokan.

Saksi-saksi yang telah diperiksa pun belum dapat mengarahkan petugas kepada nama-nama terduga pelaku.

“Kami belum bisa menyimpulkan siapa pelakunya. Tim kami masih bekerja dan penyelidikan tetap akan dilanjutkan,” tandas Sujarwadi.

Tiga Remaja Jadi Korban

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi pengeroyokan yang diduga melibatkan anggota perguruan silat ini terjadi di Traffic Light Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, sekitar pukul 23.00 WIB.

Aksi tersebut melibatkan sekitar 50 sepeda motor yang melakukan konvoi. Dalam kejadian itu, tiga remaja menjadi korban, masing-masing RAI (17) warga Desa Karangsari, GAS (17) warga Desa Temuasri, dan IM (17) warga Desa Karangsari, Kecamatan Genteng.

Ketiganya mengalami memar di sejumlah bagian tubuh akibat dikeroyok gerombolan pendekar yang tengah melakukan konvoi.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya anggota perguruan silat, untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi yang dapat meresahkan serta membahayakan keselamatan orang lain.

Aparat juga meminta masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut atau mengenali pelaku agar bersedia memberikan informasi kepada pihak kepolisian. (sas)

Editor : Ali Sodiqin
#Konvoi Pendekar Silat #banyuwangi #genteng #pengeroyokan