RADARBANYUWANGI.ID – Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan hadir dalam acara pengajian Isra Mikraj di Pondok Pesantren Adz Dzikra Banyuwangi, Jumat malam (17/1).
Orang nomor satu di Polresta Banyuwangi didaulat naik panggung untuk memberikan tausiyah.
Bukan hanya itu, suara merdu Gus Rofiq mampu menghipnotis ratusan jemaah yang hadir.
Mengenakan seragam dinas berkopiyah haji, Kapolresta didaulat menyumbangkan lagu religi yang diriringi musik Al Muntaz beranggotakan personil penyandang disabilitas.
Jemaah benar-benar larut dalam keheningan malam sembari mendengarkan suara merdu Gus Rofiq dengan lagu-lagu religi yang menyentuh hati.
”Pak Kapolresta sengaja kita undang hadir ke pengajian Isra Mikraj. Beliau baru sepekan bertugas di Banyuwangi. Kita dengar sendiri, suaranya sangat merdu. Tausiyahnya juga sangat mengena,’’ ujar pemangku Ponpes Adz Dzikra, KH Achmad Wahyudi.
Pengajian dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Jumat malam kemarin mengusung tema ”Campur Sari, Campur Ngaji Nelesi Ati”.
Sejumlah tokoh hadir. Ada Wakil Bupati Mujiono, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, Kepala BNPT RI Irjen Pol Ibnu Suhendra, yang juga merupakan putra daerah Banyuwangi.
Hadir pula jajaran tokoh agama dan organisasi keagamaan seperti Ketua PCNU Banyuwangi terpilih Achmad Turmudzi, Wakil Ketua MUI Banyuwangi Sunandi Zubaidi, dan Ketua FKUB Banyuwangi Nur Chozin.
Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua GM FKPPI PD XIII Jawa Timur R Agoes Soerjanto juga ikut hadir.
Kapolresta Kombespol Rofiq Ripto Himawan mengatakan, kegiatan dalam rangka peringatan Isra Mikraj memiliki nilai strategis dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Keamanan tidak cukup dijaga dengan pendekatan hukum semata. Kegiatan seperti Campur Sari Campur Ngaji ini merupakan pendekatan budaya dan spiritual yang efektif untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, dan ketenangan sosial,” ujarnya.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono juga ikut memberikan apresiais. Dikatakan Mujiono, kekuatan Banyuwangi terletak pada keguyuban masyarakatnya.
Ketika ulama, aparat, pemerintah, pemuda, dan masyarakat duduk bersama seperti malam ini, maka ketahanan sosial kita akan semakin kokoh.
”Kami berharap kegiatan serupa terus digelar sebagai bagian dari penguatan toleransi, budaya lokal, dan persatuan di Banyuwangi,’’ harapnya.
Pemangku Ponpes Adz Dzikra KH Achmad Wahyudi yang juga GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi mengatakan, acara ini dirancang sebagai ruang ”nelesi ati” atau menjernihkan hati.
“Ini bukan sekadar pengajian dan hiburan. Campur Sari Campur Ngaji adalah ikhtiar merawat persatuan, ukhuwah, dan nilai kebangsaan dengan cara yang membumi,” tegasnya. (aif)
Editor : Ali Sodiqin