RADARBANYUWANGI.ID - Suasana pagi di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, berubah mencekam ketika sebuah mobil operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) hilang kendali dan menabrak siswa serta guru pada Kamis (11/12).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB itu sontak memicu kepanikan besar di lingkungan sekolah.
Mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) RW 03 Kalibaru bernomor polisi B 2093 UIU, yang dikemudikan AI (34), warga Kalibaru, awalnya melaju dari arah depan sekolah.
Sesaat sebelum memasuki halaman sekolah, kendaraan tersebut mengalami kehilangan kendali dan menghantam pagar sekolah dengan keras.
Bukannya berhenti, mobil justru melaju menembus pagar dan menabrak rombongan siswa serta guru yang tengah beraktivitas di lapangan.
Akibat insiden itu, belasan siswa dan satu guru mengalami luka-luka, mulai dari memar di kepala dan lengan hingga luka sobek dan dugaan patah tulang.
Para korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Cilincing dan RS Koja.
Belasan Korban Luka, Tak Ada Korban Jiwa
Meski insiden tampak mengerikan dan sempat menimbulkan kepanikan luar biasa, pihak sekolah memastikan tidak ada korban jiwa.
Namun, dampak luka yang dialami beberapa siswa cukup serius.
“Beberapa luka memar, ada yang robek di kepala, dan ada dugaan patah tulang,” ujar salah satu tenaga medis yang menangani para korban.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak beberapa siswa tergeletak tak berdaya. Sejumlah anak bahkan terlihat berada di bawah kolong mobil.
Guru dan siswa lain berlarian menyelamatkan rekan mereka sembari berteriak meminta pertolongan.
Suasana di halaman sekolah sempat ricuh. Darah terlihat berceceran di area lapangan, menunjukkan kuatnya benturan yang dialami para korban.
Rekaman Detik-Detik Kejadian Viral di Media Sosial
Salah satu video yang diunggah akun @jakut_update memperlihatkan jelas mobil pengangkut makanan itu melaju tanpa kendali ke arah siswa yang sedang melakukan kegiatan baris-berbaris.
“Kejadian di SDN 01, anak SD ketubruk mobil MBG,” suara perekam video terdengar panik.
Dalam hitungan detik, rombongan siswa terpental. Jeritan histeris terdengar dari murid, guru, hingga orang tua yang kebetulan berada di sekolah.
Evakuasi Cepat, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
Sesaat setelah insiden, beberapa unit ambulans dikerahkan ke lokasi. Tim medis segera memeriksa dan mengevakuasi murid dan guru yang terluka.
Kepolisian juga bergerak cepat. Sopir mobil, AI, telah diamankan untuk dimintai keterangan. Polisi akan menelusuri apakah kecelakaan disebabkan faktor teknis, misalnya rem blong, atau kelalaian pengemudi.
“Saat ini sejumlah personel masih melakukan penyelidikan dan pendataan korban,” kata seorang petugas kepolisian yang berada di lokasi.
Sekolah Dilanda Trauma, Aktivitas Belajar Terganggu
Hingga siang hari, suasana SDN 01 Kalibaru masih dipenuhi rasa duka dan trauma. Area halaman sekolah ditutup sementara dan diberi garis polisi.
Guru dan siswa yang selamat masih tampak syok, terutama mereka yang melihat langsung teman-temannya terhempas oleh mobil.
Pihak sekolah bersama pemerintah setempat berkoordinasi untuk memastikan pendampingan psikologis bagi para murid.
Pemerintah Diminta Tindak Tegas dan Evaluasi Sistem MBG
Warga sekitar dan orang tua siswa meminta perangkat terkait mengevaluasi ketat standar operasional mobil MBG, termasuk kompetensi pengemudi dan kelayakan kendaraan.
“Kendaraan ini setiap hari masuk sekolah. Keselamatan anak-anak harus jadi prioritas,” ujar seorang wali murid.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung dan data korban masih dalam proses verifikasi. (*)
Editor : Ali Sodiqin