Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jembatan Era Kolonial di Kalibaru Banyuwangi Ambrol, Akses Antar Desa Terganggu Akibat Hujan Deras

Salis Ali Muhyidin • Sabtu, 29 November 2025 | 12:00 WIB

Warga melintas jembatan di Dusun Krajan, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, yang ambrol, Jumat (28/11).
Warga melintas jembatan di Dusun Krajan, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, yang ambrol, Jumat (28/11).

RADARBANYUWANGI.ID – Jembatan era kolonial di Dusun Krajan, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, ambrol pada Kamis dini hari (28/11).

Separuh badan jembatan yang menjadi akses vital antar desa tersebut ambruk setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat sejak siang hingga tengah malam.

Jembatan berukuran empat meter dengan panjang sekitar 15 meter itu rompal di bagian penyangganya.

Tumpukan bata merah bersusun yang menjadi struktur utama jembatan berserakan di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 10 meter.

Meski demikian, kendaraan roda dua masih diizinkan melintas secara terbatas karena tidak ada akses alternatif lain.

“Kejadiannya sekitar pukul 01.00. Tidak ada warga yang melintas, tetapi suara gemuruh waktu jembatan roboh membuat warga panik,” ujar anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Kalibaru, Mad Sholeh, saat ditemui di lokasi.

Menurut Sholeh, hujan intensitas tinggi yang mengguyur Kalibaru sejak Kamis siang membuat debit air sungai meningkat tajam.

Terjangan arus tersebut diduga menggerus pondasi bawah jembatan hingga tidak mampu lagi menahan beban.

“Air sungai yang semula kecil mendadak deras. Bagian tanah bawah jembatan ikut tergerus,” ujarnya.
Pihaknya sudah memasang pembatas dan tanda peringatan agar warga tidak mendekat, mengingat struktur tanah masih labil dan rawan longsor susulan.

Informasi kejadian telah diteruskan ke pemerintah desa, kecamatan, serta instansi teknis terkait.

“Dari PU rencananya segera mengecek kondisi jembatan untuk menentukan langkah penanganan,” lanjutnya.

Warga sekitar berharap perbaikan segera dilakukan karena jembatan tersebut bukan hanya penghubung antar desa. Jalur itu kerap digunakan sebagai akses cepat menuju fasilitas publik.

“Biasanya masyarakat yang mau ke RSU Bhakti Husada Krikilan lewat sini. Anak-anak sekolah juga,” ujar Rusmiati, 53, warga setempat.

Selain akses pendidikan dan kesehatan, jalur ini juga menjadi rute distribusi logistik bahan pokok ke permukiman tengah Desa Kajarharjo. “Kalau lewat jalan besar harus memutar jauh,” tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kendaraan roda empat terpaksa memutar dan warga diminta meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan di wilayah pegunungan tersebut masih tinggi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#kalibaru #era kolonial #banyuwangi #jembatan ambrol