RADARBANYUWANGI.ID - Hujan deras kembali mengguyur Banyuwangi, Rabu sore (19/11).
Hujan selama satu jam tersebut membuat warga yang tinggal di bantaran Sungai Bagong, Kelurahan Sobo, diliputi rasa cemas.
Mereka khawatir debit air sungai kembali naik dan mengakibatkan banjir seperti yang terjadi pada Senin (17/11).
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di lokasi menunjukkan ,sejumlah warga tampak keluar rumah untuk mengecek kondisi aliran sungai.
Kekhawatiran itu wajar, sebab kawasan sepanjang Sungai Bagong memang kerap menjadi langganan banjir ketika hujan turun cukup lama dan debit air meningkat dari wilayah hulu.
Naryo, warga Lingkungan Sutri yang rumahnya berada persis di tepi sungai, mengaku langsung was-was begitu hujan deras turun.
“Ya saya lihat saja apa air sungai sudah mulai naik atau tidak. Takutnya banjir, saya tidak persiapan, nanti barang-barang di rumah saya basah terendam,” ujarnya.
Hal senada juga dirasakan warga Lingkungan Mojosari, Kelurahan Sobo. Slamet, ketua RT setempat, mengatakan, setiap memasuki musim hujan warga sudah bersiap memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi di dalam rumah.
“Di sini sering banjir, kalau hujannya lama jadi banyak dari warga kalau air sudah naik hingga ke pemukiman barang-barang sudah dinaikan ke tempat yang lebih tinggi,” katanya.
Petugas DPU Pengairan Banyuwangi Wijaya yang sedang memantau kondisi sungai Bagong, menyampaikan bahwa debit air pada sore hari sempat tinggi, namun tidak sampai meluber.
“Debit air tinggi tetapi tidak sampai meluber karena hujannya sudah agak reda,” ujarnya.
Ia mengingatkan, jika hujan kembali turun selama 1–2 jam, potensi banjir susulan tetap ada. Menurutnya, aliran Sungai Bagong sangat dipengaruhi kondisi dari hulu, seperti wilayah Licin dan Glagah.
“Kalau dari hulu tinggi, alirannya akan berakhir di sini dan sering terjadi kenaikan debit secara mendadak,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Selasa (18/11), sejumlah warga bersama tim BPBD serta DPU Pengairan Banyuwangi telah melakukan pembersihan aliran Sungai Bagong.
Kegiatan itu dilakukan untuk mengangkat sampah, ranting, dan batang bambu yang terbawa banjir dan menyumbat aliran sungai saat hujan deras pada Senin lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan terdapat dua titik yang menjadi fokus pembersihan, yakni Dam Untung dan Jembatan Watu Abang.
“Pembersihan Sungai Bagong dilakukan mulai dari Kelurahan Sobo hingga ke arah hilir. Sampah yang mendominasi adalah dahan dan batang bambu yang terseret banjir kemarin. Pembersihan rutin dapat meminimalkan risiko banjir susulan dan menjaga kelancaran di sepanjang aliran sungai Bagong,’’ tegasnya. (cw6-KSATRIA RAYA/aif)
Editor : Ali Sodiqin