RADARBANYUWANGI.ID – Tradisi maritim tahunan Gebyar Petik Laut 2025 kembali digelar meriah di Perairan Selat Bali dan kawasan Plengsengan, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Minggu (11/10/2025).
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara adat masyarakat nelayan tersebut, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi menurunkan personel pengamanan di laut dan darat.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi A.Md., S.H., dengan dukungan armada Kapal Polisi KP X 1055.
Tradisi Laut yang Sarat Makna
Kegiatan dimulai dengan arak-arakan sesaji dari Kampung Adat Mandar menuju kawasan Plengsengan.
Setelah itu, dilanjutkan dengan prosesi pelarungan sesaji ke tengah laut, sebagai simbol rasa syukur dan doa keselamatan bagi para nelayan Banyuwangi.
Tradisi ini menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir untuk mempererat kebersamaan dan melestarikan budaya bahari yang telah diwariskan turun-temurun.
Hadirnya Forkopimda dan Tokoh Adat
Acara Petik Laut tahun ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K., Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) M. Puji Santosa, M.Sc., Kasdim 0825 Mayor Suprapto, Kepala Bakesbangpol, tokoh adat Kampung Mandar, Camat Banyuwangi, dan Lurah Lateng.
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan kuat terhadap pelestarian kearifan lokal masyarakat nelayan sebagai bagian dari identitas budaya Banyuwangi.
Pengamanan Laut Aman dan Kondusif
Meski cuaca sempat mendung sejak pagi, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Personel Satpolairud melakukan patroli perairan secara intensif, memastikan jalur pelayaran dan area pelarungan bebas dari gangguan.
“Kegiatan berjalan aman dan lancar. Kami pastikan pengamanan tradisi budaya pesisir ini dilakukan optimal, sebagai bentuk dukungan terhadap keamanan maritim dan pelestarian budaya nelayan Banyuwangi,” ujar Kompol Muchammad Wahyudi.
Komitmen Jaga Budaya dan Keamanan Maritim
Satpolairud Polresta Banyuwangi menegaskan akan terus mengawal kegiatan adat maritim seperti Petik Laut agar tetap berlangsung tertib, aman, dan menjadi daya tarik wisata budaya pesisir.
Tradisi Petik Laut sendiri dikenal sebagai simbol syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang melimpah dan doa agar selalu diberi keselamatan di lautan.
Dengan sinergi antara aparat kepolisian, TNI AL, pemerintah daerah, dan tokoh adat, Banyuwangi berhasil menjaga harmoni antara keamanan laut dan pelestarian budaya lokal. (*)
Editor : Ali Sodiqin