Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Terminal Muncar Banyuwangi Sepi Penumpang, Bus-bus Mangkrak

Zamrozi Wahyu • Sabtu, 6 September 2025 | 23:46 WIB
Momen long weekend dalam Maulid Nabi Muhamad SAW kondisi Terminal Muncar tetap tidak ada lonjakan penumpang.
Momen long weekend dalam Maulid Nabi Muhamad SAW kondisi Terminal Muncar tetap tidak ada lonjakan penumpang.

RADARBANYUWANGI.ID - Momen libur nasional Maulid Nabi Muhamad SAW yang berdekatan dengan hari libur kerja Sabtu dan Minggu atau long weekend, tidak mempengaruhi Terminal Muncar.

Terminal yang berada di Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, itu berjalan seperti biasanya, tetap sepi penumpang.

Sepinya pengguna tranportasi bus ini sejak awal maraknya kasus Covid-19 atau pada 2019. Hingga saat ini, meski libur panjang penumpang bus tidak terpengaruh.

“Berjalan seperti biasanya, penumpang sepi, dalam sehari kurang lebih 50 penumpang yang datang atau pergi,” kata Kepala Terminal Muncar, Edi Sutrisno.

Puluhan penumpang itu, lanjut dia, berasal dari 10 bus yang sudah terjadwal dalam sehari. Dalam satu bus, hanya membawa penumpang lima sampai 10 orang.

“Kadang bus ada yang kosong penumpangnya,” lanjutnya.

Menurut Edi, sepinya penumpang bus disebabkan banyaknya tranportasi umum yang mudah diakses oleh masyarakat. Mulai dari travel yang bisa sampai rumah, hingga kereta yang tidak bisa macet, dan meningkatnya kendaraan pribadi.

“Penumpang bus di terminal ini sisa dari penumpang tranportasi lain, saat ini banyak orang yang sudah punya mobil pribadi,” jelasnya seraya mengatakan penumpang bus orang yang sudah nyaman atau terbiasa dengan bus.

Terminal Muncar menyajikan bus antar kota dengan tujuan Muncar ke Pulau Madura, Situbondo, Bondowoso, Jember, Surabaya, dan Probolinggo. Bus-bus itu, beroperasi mulai pukul 06.00 hingga pukul 19.00.

“Ada juga bus jurusan Muncar ke Pancer yang biasa digunakan nelayan,” ujarnya.

Salah satu agen Bus Akas yang ada ddi Terminal Muncar, Muhamad Sayuri membenarkan hal tersebut. Kondisi pengguna tranportasi bus, saat ini tidak ada lonjakan, meski momen hari libur.

“Satu bus yang beroperasi biasnya membawa lima orang, baik datang maupun pergi,” bebernya. 

Menurut pria yang akrab disapa Yuyi itu, kemungkinan adanya sedikit lonjakan penumpang ketika libur Hari Raya Idul Adha.

“Kalau Hari Raya Qurban masih ada sedikit lonjakan, sebab banyak nelayan Muncar yang pulang kampung ke Madura atau kota lainnya,” ungkapnya.

Banyak lapak di terminal yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar terbengkalai. Ada 10 lapak yang sudah tidak digunakan di tempat pemberhentian bus tersebut.

Padahal, teminal bus itu dulunya sangat ramai. Setiap hari banyak penumpang yang datang dan pergi. Warung-warung ramai didatangi penumpang dan warga lainnya.

“Hampir lima tahun warung-warung itu tutup,” kata salah satu pemilik warung kopi yang masih buka di Terminal Muncar, Aisyah, 60.

Menurut Aisyah, dulunya ada 12 lapak yang digunakan masyarakat untuk berjualan makanan, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari. Tapi sejak terminal sepi, toko-toko itu banyak yang ditinggalkan oleh penyewanya. Dan saat ini yang tersisa hanya dua lapak yang buka.

“Saat ini banyak yang mangkrak, sebab pengunjung terminal sepi,” kata wanita asal Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Para pemilik lapak, jelas dia, bila nekat berjualan di Terminal Muncar akan sulit untuk ganti modal. Sebab, untuk tempat untuk jualan itu harus menyewa dengan harga Rp 300 ribu per bulan.

“Untuk listrik sendiri, biasanya satu bulan habis Rp 150 ribu, saya tetep berjualan hanya melayani sopir dan kernet bus saja,” ungkapnya.

Aisyah mengaku tetap bertahan jualan di terminal, karena sudah tidak ada pekerjaan lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan. Dengan jualan ini, hanya cukup untuk makan sehari-hari, dan tidak bisa menabung.

“Kalau dulu saya jual nasi, berhubung sepi, saat ini hanya jualan kopi dan rokok serta minuman, hasilnya cukup untuk beli beras sehari-hari,” katanya.

Editor : Agung Sedana
#terminal #muncar