RadarBanyuwangi.id – Kakek yang hidup sebatang kara di Dusun Sidodadi, Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, ditemukan sudah membusuk di kamar rumahnya, Selasa (17/6). Kakek yang bernasib tragis dan diduga sudah meninggal sejak 10 hari lalu itu, Heri, 83.
Sebelum ditemukan meninggal, korban memiliki riwayat penyakit menahun. Setiap harinya, kesulitan untuk berjalan atau beraktivitas. “Penyakit pastinya belum diketahui, tetapi untuk berjalan kesulitan,” kata Kepala Dusun Sidodadi, Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Nanang Riyanto.
Menurut Nanang, kakek malang itu kali pertama ditemukan oleh, Supriyanto, 50. Saat itu, tetangga korban ini sedang bersih-bersih kandang di belakang rumahnya yang berdekatan dengan rumah kakek. “Mencium bau yang sangat menyengat,” katanya.
Karena curiga, terang dia, Supriyanto menelusuri asal bau tersebut, dan ternyata berasal dari rumah korban. Saat itu, rumah tetangganya yang selama ini tinggal sendirian itu tutup. “Tetangganya itu nekat masuk rumah, dan melihat kakek Heri sudah meninggal di kamar rumahnya,” ujarnya.
Saat ditemukan di kamar rumahnya sudah meninggal itu, jelas dia, kondisi korban sangat mengenaskan. Tubuhnya sudah membusuk hingga mengeluarkan bau yang menyengat. “Mengabarkan ke tetangga, perangkat desa, dan diteruskan ke polsek,” cetusnya.
Polisi yang mendapat laporan ada kakek yang meninggal dan sudah membusuk di kamar rumahnya, masih kata dia, langsung datang bersama petugas medis dari Puskesmas Purwoharjo. “Petugas medis memeriksa kondisi mbah Heri,” ujarnya.
Nanang menyampaikan, warganya yang meninggal di kamar rumahnya ini, sejak dua tahun lalu tinggal di rumah sendirian. Untuk kebutuhan hidup, dicukupi oleh tetangganya yang berjarak sekitar 30 meter. “Keluarga korban (istri dan anak) merantau ke Papua,” terangnya.
Plh Kapolsek Purwoharjo, Ipda Lestari Widodo membenarkan ada kakek yang meninggal dan membusuk di kamar rumahnya itu. “Saat ditemukan itu sudah membusuk, diduga sudah meninggal sejak 10 hari yang lalu,” katanya.
Setelah dilakukan identifikasi, kata dia, jenazah korban langsung dimakamkan di TPU Karetan. Keluarga korban menyatakan menolak untuk otopsi. “Keluarga sudah menerima meninggalnya korban, dari hasil pemeriksaan petugas medis tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan,” terangnya.
Dari keterangan sejumlah saksi, lanjut dia, korban memiliki riwayat penyakit menahun. Sebelum meninggal, kesulitan untuk beraktivitas, termausk untuk berjalan. “Kebutuhan sehari-hari dicukupi oleh tetangganya,” jelasnya.(cw3/abi)
Editor : Agus Baihaqi