Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hujan Semalaman, Rumah Nenek Ambruk di Dusun Karangasem, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh

Zamrozi Wahyu • Senin, 9 Juni 2025 | 15:33 WIB
GOTONG ROYONG: Warga Dusun Karangasem, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh gotong royong membersihkan puing-puing rumah milik Inayah  yang ambruk diterjang hujan satu malam Minggu (8/6).
GOTONG ROYONG: Warga Dusun Karangasem, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh gotong royong membersihkan puing-puing rumah milik Inayah yang ambruk diterjang hujan satu malam Minggu (8/6).

RadarBanyuwangi.id - Rumah milik Inayah, 69, yang bekerja sebagai penjahit di Dusun Karangasem, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh ambruk, Minggu (8/6) sekitar pukul 11.00. Diduga, rumah itu ambruk karena kayu pada rumah itu sudah lapuk dan tak tahan menahan terpaan hujan semalaman.

Untungnya tidak ada korban, saat semua atap dari genting pada rumah itu ambruk semua, nenek Inayah sedang main ke rumah tetangganya. “Pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta,” kata Kepala Dusun Karangasem, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Hariyanto.

Menurut Hariyanto, selama ini korban tinggal bersama anak bungsunya, Fatur. Dan anaknya ini, saat kejadian juga tidak ada di rumah. “Nenek Inayah ini punya dua anak, sanak satunya sudah berumah tangga,” ujarnya seraya menyampaikan saat ini nenek Inayah sedang shock berat.

Sebelum rumah korban ini ambruk, jelas dia, di kampungnya semalaman turun hujan sangat deras. Diduga, gara-gara hujan deras itu membuat rumah korban ambruk. “Rumah korban diperkirakan sudah berumur 50 tahun dan kayunya banyak yang sudah lapuk, bangunannya tidak kuat menahan terjangan hujan dan ambruk,” terangnya.

Hariyanto menyebut, rumah warganya itu ambruk sekitar pukul 11.00. Rumah dengan ukuran 15 meter kali delapan meter itu, termasuk bangunan lama. Dibangun sekitar tahun 1927 dan direnovasi pada 1971. Saat ini, kondisi kayunya banyak yang lapuk. “Memang bangunan tua, namun masih terlihat baikibaik saja,” ungkapnya.

Akibat rumah ambruk, perabotan rumah milik korban banyak yang rusak. Salah satunya, mesin jahit yang selama ini menjadi alat mata pencarian korban ikut rusak terkena reruntuhan bangunan. “Untuk sementara korban ikut anaknya yang rumahnya tidak jauh,” cetusnya.

Dalam bencana alam ini, Hariyanto menyampaikan Pemerintah Desa Karangasem, telah mendatangi rumah korban untuk melakukan pengecekan, dan memastikan pemilik rumah dalam kondisi aman. “Sudah kami laporkan ke BPBD, semoga dapat bantuan,” terangnya.(cw3/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#hujan abu bromo #Penjahit #Bencana Alam #ambruk