RadarBanyuwangi.id - Mendekati Hari Raya Idul Adha, dua domba milik Siswantoyo, 52, yang ada di kandang belakang rumahnya di Dusun Tamansari, Desa Sraten, Kecamatan Cluring disikat pencuri pada Rabu (26/5) sekitar pukul 02.00.
Korban menyadari dombanya hilang saat akan memberi makan pada Rabu (26/5) pagi. Domba yang hilang itu keduanya betina. “Sudah besar-besar dombanya, kemungkinan kedua domba itu kalau dijual laku Rp 3.5 juta,” kata Siswantoyo.
Siswantoyo mengaku dombanya dilihat terakhir saat memberi makan pada Selasa (25/5) sekitar pukul 19.00. Saat itu, kondisi kandang masih terlihat aman dan jumlah domba belum berkurang. “Setelah memberi makan, saya tinggal tidur, kemungkinan kejadiannya sekitar pukul 02.00, karena kondisi sedang sepi, orang pada tidur,” katanya seraya menyebut jumlah dombanya ada 10 ekor.
Pada Rabu (26/5) pagi, korban ke kandang untuk memberi makan hewan peliharaan yang ditaruh di kandang belakang rumahnya. Saat itu, dilihat dua ekor dombanya sudah tidak ada. “Pintu kandang sudah terbuka, domba hilang,” terangnya pada Jawa Pos Radar Genteng, Selasa (27/5).
Dengan hilangnya dua ekor domba itu, kini Siswantoyo memiliki delapan ekor kambing. Kedua ekor domba itu, sebenarnya bukan miliknya pribadi, tapi milik anak angkatnya yang yatim piatu. “Domba yang hilang itu bantuan dari desa, pertamanya dikasih satu, kemudian beranak menjadi dua ekor,” terangnya.
Hewan yang hilang hasil bantuan dari desa itu, terang dia, sudah dipelihara sejak dua tahun lalu. Selama ini, perawatan yang diberikan selalu ektra hati-hati. “Hewan pemberian, makanya saya rawat dengan baik, buktinya sebelum hilang kondisi hewan gemuk dan sehat,” terangnya.
Setelah kejadian itu, pihaknya tidak melapor ke polisi lantaran tidak mengetahui cara lapor. Ia sudah mengikhlaskan kehilangan hewan ternaknya. “Biarkan saja, yang mengambil pasti ada balasannya, hewan bukan miliknya kok diambil," ungkap pria dengan pekerjaan setiap hari menjadi petani.(cw3.abi)
Editor : Agus Baihaqi