RADAR BANYUWANGI - Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, kembali menjadi sorotan terkait rencana relokasi pasar tradisional di Dusun Panjen yang tidak terlaksana.
Lahan yang sebelumnya diproyeksikan untuk pasar kini telah dialihfungsikan menjadi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Desa Jambewangi, Masykur, menjelaskan bahwa meskipun Pemdes telah mencanangkan relokasi pasar dengan anggaran sebesar Rp 150 juta, upaya tersebut tidak dapat dilanjutkan.
“Sekarang jadi dapur umum untuk makan gratis itu (MBG),” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Sebelum dijadikan dapur SPPG, lahan seluas 25 meter kali 75 meter tersebut sempat digunakan untuk sarana olahraga futsal dan tempat tongkrongan anak muda.
Masykur mengungkapkan bahwa ia juga menginvestasikan uang pribadinya dalam proyek futsal tersebut.
Namun, karena proyek itu tidak berjalan, lahan tersebut dialihkan oleh rekanan menjadi dapur MBG.
Masalah muncul ketika Masykur menyatakan bahwa Pemdes Jambewangi tidak pernah diberitahu mengenai perubahan fungsi lahan tersebut.
“Saya tidak pernah diberitahu, dan tidak izin ke desa, tiba-tiba sudah berubah jadi dapur,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa uang sewa lahan senilai Rp 180 juta untuk periode lima tahun dan biaya pengurukan lahan masih belum kembali, sehingga lahan tersebut masih menjadi haknya.
Masykur menegaskan bahwa meskipun ia tidak masalah dengan adanya dapur SPPG di desanya, kejelasan status tanah yang digunakan harus dipastikan terlebih dahulu.
“Jangan sampai seperti ini, tidak pernah ada informasi, tidak sowan dulu tiba-tiba sudah jadi,” ujarnya.
Terkait rencana relokasi pasar, Masykur memastikan bahwa rencana tersebut dibatalkan. Ia menyatakan bahwa hingga masa jabatannya berakhir pada 2027, tidak akan ada pengajuan anggaran untuk merelokasi pasar tersebut.
“Sebab, kemarin pemindahan pasar ditolak oleh para pedagang, daripada timbul gejolak kita batalkan sekalian,” katanya.
Anggaran sebesar Rp 150 juta yang sebelumnya dialokasikan untuk relokasi pasar kini telah dialihkan untuk bantuan kepada warga dan pembangunan kanopi di balai desa.
Masykur menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk menghindari konflik lebih lanjut di antara pedagang dan masyarakat. (*)
Editor : Ali Sodiqin