RadarBanyuwangi.id - Pemandangan menarik terlihat di lingkungan RW 06, Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Di sudut kampung pinggiran hutan itu, berdiri patung Presiden RI ke-7 Joko Widodo setinggi tiga meter.
Patung Jokowi yang rampung pembangunannya pada 10 Januari 2025 itu, sengaja didirikan warga untuk ucapan terima kasih atas terealisasinya program Tanah Reforma Agraria (TORA). “Ini untuk pengiling-iling, ini tanda terima kasih ke Pak Jokowi dari warga,” kata Kepala Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Agung Tricahyono, Selasa (25/2).
Agung menyebut sekitar 200 kepala keluarga (KK) di wilayahnya akhirnya mendapat kepastian atas tanah yang ditempati dengan mendapat sertifikat biru pada April 2024 lalu. “Setelah acara maturnuwun Pak Jokowi, warga membuat kesepakatan harus ada patung ini,” tandasnya.
Menurut Agung, untuk membangun patung Jokowi itu warga iuran. Ada yang memberi uang tunai, pasir, hingga semen untuk mewujudkan mimpi tersebut. Hanya saja, demi hasil yang bagus, warga memutuskan untuk meminta bantuan pematung profesional, Marni dari Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. “Sebelum ada TORA, warga numpang di tanahnya Perhutani,” katanya.
Patung Jokowi yang secara kontruksi dibuat memegang sertifikat berwarna biru itu, jelas dia, diharapkan bisa jadi penanda jalan dan icon kampung. “Dengan adanya patung ini, anak cucu tahu kalau wilayah ini dapat sertifikat dari bantuan Pak Jokowi,” ujarnya.
Sebelum pendirian patung itu, masih kata dia, warga menggelar sejumlah kegiatan, seperti kenduri desa. Saat peletakan batu pertama, dilaksanakan doa bersama di lokasi patung. “Kita juga among-among, doa bersama itu pada 9 Januari 2025, lalu warga gotong-royong mendirikan patung itu,” ucapnya.
Secara keseluruhan, terang dia, patung Jokowi rampung pada 10 Januari. Setelah berdiri kokoh, dilakukan pengecatan agar tampak realistis. “Ini dikoodinir pemuda, alhamdulillah bisa berdiri dengan kuat dan prosesnya lancar,” pungkasnya.
Ketua Projo Banyuwangi, Rudi H Latif mengaku belum mengetahui ada patung Jokowi yang dibangun warga Desa Jambewangi itu. Menurutnya itu wajar lantaran ayah dari Wapres Gibran Rakabuming itu teramat berjasa atas terealisasinya program tersebut. “Bagiku wajar, Pak Jokowi sangat berjasa, dan orang lokalnya ya Handoko (Sekjen Projo dan Staf KSP pada waktu itu). Tanpa kedua orang itu, pasti belum apa-apa (program TORA),” tandasnya.
Menurut pria yang juga Humas Persewangi ini, atas upayanya dan Handoko usaha meyakinkan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani agar segera membentuk Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) berhasil. “Diketuai bupati dan saya juga sebagai anggota dari unsur masyarakat, Handoko secara swadaya dan upaya pribadi berhasil mendatangkan Presiden Jokowi. Akhirnya segalanya super cepat,” ungkapnya.
Selain persembahan patung di Jambewangi, ungkapan terima kasih kepada Presiden Jokowi juga datang dengan berbagai model di daerah lain. “Di Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo ada berupa pagelaran wayang kulit yang sangat besar acaranya. Konon dengan biaya lebih dari 200 juta hasil patungan. Juga ada di Desa Bayu, Songgon ada selamatan, banyak modelnya,” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi