Seperti yang dilakukan petani dan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) di saluran Gotan Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Kemarin (18/10) belasan petani turun ke sungai sembari membawa cangkul. Mereka mengeruk sedimen yang berada di saluran sungai. ”Kalau tidak dibersihkan, khawatir nanti akan terjadi banjir,” ujar Mukhrobin, salah seorang petani Desa Labanasem, Kecamatan Kabat.
Menurut Muhkrobin, intensitas hujan yang mengguyur wilayah Banyuwangi semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Apalagi, juga sudah terjadi banjir di beberapa wilayah akibat air sungai meluap.
Mengantisipasi terjadinya peristiwa serupa, Muhkrobin bersama petani dan petugas penjaga pintu air bersama-sama membersihkan sedimen yang menumpuk di sejumlah mulut pintu air. Upaya ini diharapkan akan memaksimalkan kapasitas saluran. ”Kalau dangkal, jika sewaktu-waktu debit air meningkat maka air bisa meluap,” ucapnya.
Selain itu, imbuh Mukhrobin, pembersihan sedimen ini juga untuk menjaga saluran irigasi yang mengairi persawahan agar tetap lancar. Jika dibiarkan, maka lumpur dan sampah akan memenuhi saluran. ”Semoga saja dengan dibersihkan sedimennya tidak terjadi banjir,” pungkasnya. (ddy/als/c1) Editor : Ali Sodiqin