RADAR BANYUWANGI – Puncak peringatan HUT ke-81 TNI batal digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 5 Oktober 2026. Upacara dipindahkan ke Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, dengan format lebih sederhana.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan perubahan itu dilakukan karena banyak prajurit sedang menjalankan tugas penanganan bencana.
“Banyak prajurit yang sedang melaksanakan penugasan penanganan bencana,” kata Nas di Jakarta, Selasa (22/9).
Meski digelar lebih sederhana, TNI memastikan esensi peringatan tetap dijaga.
“Upacara HUT ke-81 TNI dilaksanakan di Mabes TNI secara sederhana, namun tetap mengutamakan kekhidmatan dan makna dari peringatan,” ujar Nas.
Keputusan itu mengubah cukup banyak rencana yang sebelumnya telah disiapkan TNI. Puncak HUT ke-81 TNI awalnya dirancang sebagai acara berskala besar di Monas dengan parade, defile pasukan, dan pameran alat utama sistem senjata (alutsista).
Defile 520 alutsista dan kendaraan batal
Sebelum pembatalan diumumkan, TNI menyiapkan 520 unit alutsista dan kendaraan untuk mengikuti defile di Monas. Jumlah itu terdiri atas 420 alutsista dan kendaraan TNI serta 100 kendaraan antik atau non-TNI.
“Defile akan menampilkan 520 unit alutsista dan kendaraan, terdiri atas 420 unit alutsista dan kendaraan TNI serta 100 kendaraan antik atau non-TNI,” kata Nas pada Selasa (15/9).
Parade tersebut juga direncanakan melibatkan 81 satuan setingkat batalyon (SSB). Rinciannya, 51 SSB pasukan TNI dan 30 SSB pasukan non-TNI.
Rencana itu sebelumnya disiapkan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat menyaksikan langsung kekuatan personel dan alutsista TNI.
Empat hari sebelum pembatalan diumumkan, TNI bahkan masih menyebut upacara di Monas akan diikuti sekitar 51.000 personel dari lintas matra dan korps. Presiden Prabowo Subianto saat itu dijadwalkan menjadi inspektur upacara.
“Tanggal 5 Oktober TNI akan melaksanakan parade dan defile. Tepatnya Monas yang insyaallah akan dipimpin atau inspektur upacaranya adalah Bapak Presiden,” ujar Nas, Sabtu (19/9).
Setelah lokasi upacara dipindahkan ke Cilangkap, belum ada keterangan terbaru mengenai susunan tamu maupun apakah Presiden tetap menjadi inspektur upacara.
Sailing pass Teluk Jakarta ditiadakan
Perubahan tidak hanya terjadi pada agenda di Monas. TNI juga meniadakan sailing pass yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Teluk Jakarta pada 4 Oktober 2026.
Agenda tersebut semula menjadi salah satu rangkaian utama menjelang puncak HUT TNI. Kapal perang, unsur udara, dan berbagai kekuatan TNI AL telah dipersiapkan untuk kegiatan itu.
Namun, setelah puncak peringatan di Monas dibatalkan, sailing pass juga ditiadakan.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto masih menyebut parade laut sebagai bagian rangkaian peringatan.
“Nanti untuk tanggal 4 Oktober, kita akan laksanakan naval parade di Selat Sunda,” kata Agus pada Minggu (20/9).
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan TNI AL saat ini fokus pada sejumlah agenda internal dan siap mengikuti keputusan pimpinan terkait HUT TNI.
“Sampai dengan saat ini, TNI AL masih berfokus pada Reflagging, Shipnaming, dan Pengukuhan Komandan KRI. Sesuai keputusan pimpinan, TNI AL siap mendukung dan menyukseskan HUT TNI ke-81,” ujar Tunggul.
Penanganan bencana jadi pertimbangan
Penyederhanaan peringatan HUT TNI dilakukan ketika penanganan bencana masih berlangsung di sejumlah daerah.
BNPB mencatat kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di berbagai wilayah hingga 21 September 2026. Di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, misalnya, kebakaran di kawasan kaki Gunung Klabat sempat melalap sekitar 60 hektare lahan. Unsur TNI termasuk dalam personel dan sarana yang terlibat dalam sejumlah operasi penanganan di lapangan.
Di Jawa Timur, BNPB juga mencatat TNI terlibat bersama BPBD, Polri, Perhutani, dan masyarakat dalam penanganan karhutla di kawasan Gunung Butak.
Namun, TNI belum menjelaskan bencana tertentu yang secara langsung menjadi dasar pembatalan acara di Monas. Jumlah prajurit yang saat ini dikerahkan dalam penanganan bencana juga belum dirinci.
Rangkaian HUT sebelumnya ramai di Monas
Sebelum perubahan agenda diumumkan, kawasan Monas telah menjadi pusat sejumlah kegiatan HUT ke-81 TNI.
TNI Fair 2026 pada 19–20 September menghadirkan pameran alutsista, bakti sosial, bakti kesehatan, serta kegiatan yang terbuka untuk masyarakat. TNI AD, antara lain, memamerkan 85 alutsista dan kendaraan dalam kegiatan tersebut.
TNI juga menggelar fun run di Monas pada Minggu (20/9). Kegiatan itu diikuti sekitar 15.000 peserta. Secara nasional, rangkaian kegiatan olahraga serentak melibatkan sekitar 81.000 orang.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara