Sempat Lancar Tiga Hari, Jalur Ketapang Banyuwangi Kembali Macet 4 Kilometer

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 23:30 WIB
Antrean kendaraan pengangkut logistik kembali mengular di jalan artei menuju Pelabuhan Ketapang, Senin (14/9). Ekor kemacetan menyentuh kawasan GWD. Anggota Satlantas mengatur arus lalu lintas di dekat Pelabuhan Ketapang. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Antrean kendaraan pengangkut logistik kembali mengular di jalan artei menuju Pelabuhan Ketapang, Senin (14/9). Ekor kemacetan menyentuh kawasan GWD. Anggota Satlantas mengatur arus lalu lintas di dekat Pelabuhan Ketapang. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Jalur utara Banyuwangi kembali tersendat. Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang mengular hingga sekitar 4 kilometer pada Senin (14/9), dipicu lonjakan kendaraan logistik yang hendak menyeberang ke Pulau Bali. Bahkan, ekor antrean sempat mendekati kawasan wisata Grand Watu Dodol (GWD).

Kepadatan tersebut kembali muncul setelah arus lalu lintas di jalur utama Banyuwangi–Ketapang sempat relatif lancar selama tiga hari. Kali ini, kendaraan besar menjadi penyumbang utama penumpukan di sekitar kawasan pelabuhan.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfian mengatakan, pada sekitar pukul 15.00 WIB, ekor kepadatan dari arah Pelabuhan Ketapang hingga kawasan Resto Grafika mencapai sekitar 4 kilometer.

Antrean didominasi armada truk besar yang tertahan di bahu jalan.

"Kendaraan kecil baik dari arah Banyuwangi maupun menuju Surabaya terpantau aman. Antrean kendaraan saat ini didominasi oleh kendaraan besar," ujar Pepri.

Truk Logistik Jadi Biang Kepadatan

Lonjakan kendaraan logistik terjadi secara bergelombang sejak pagi hingga malam hari. Volume kendaraan yang terus bertambah membuat kepadatan di jalur utara tidak segera terurai.

Meski demikian, arus kendaraan dari dan menuju Surabaya masih terpantau aman serta terkendali. Antrean yang sempat memanjang sejak pagi perlahan mulai menyusut pada siang hingga sore hari.

Situasi tersebut membuat Satlantas Polresta Banyuwangi meningkatkan kesiapsiagaan. Personel disiagakan untuk mengurai kepadatan sekaligus mengantisipasi kemungkinan gangguan arus lalu lintas yang lebih parah.

"Anggota siaga terus dan on-call selama 24 jam penuh untuk mengamankan kelancaran arus lalu lintas," kata Pepri.

Rekayasa Lalu Lintas Masih Berlaku

Di tengah kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, kepolisian masih mempertahankan rekayasa lalu lintas yang diberlakukan sejak 2 September.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Rudi Wicahyono menjelaskan, kendaraan pribadi dan bus dari arah Banyuwangi menuju Situbondo maupun sebaliknya tetap dialihkan melalui Jalan Lingkar.

Skema tersebut diterapkan untuk mengurangi beban kendaraan di sekitar Pelabuhan ASDP Ketapang.

Sementara itu, kendaraan truk dari arah Surabaya diarahkan masuk melalui Dermaga Bulusan.

Menurut Rudi, rekayasa lalu lintas tersebut belum memiliki batas waktu penghentian. Pemberlakuannya akan disesuaikan dengan perkembangan kepadatan di kawasan pelabuhan.

"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar mengikuti arahan petugas dan tidak parkir sembarangan di sepanjang jalur pengalihan," tegas Rudi.

Jalur Ketapang Kembali Jadi Titik Rawan

Kembalinya antrean panjang menunjukkan bahwa persoalan kepadatan di jalur utara Banyuwangi belum sepenuhnya selesai. Setelah sempat berangsur lancar, lonjakan kendaraan logistik kembali membuat kapasitas jalur menuju Pelabuhan Ketapang tertekan.

Kondisi itu sekaligus menjadi perhatian bagi pengguna jalan, khususnya pengendara kendaraan pribadi dan bus yang melintas di jalur Banyuwangi–Situbondo.

Dengan rekayasa lalu lintas yang masih berjalan dan personel kepolisian bersiaga penuh, pengendara diminta mengikuti petunjuk petugas agar pergerakan kendaraan tetap terkendali dan penumpukan tidak semakin melebar. (*)

Editor : Ali Sodiqin
antrean Ketapang Jalur Utara Banyuwangi rekayasa lalu lintas truk logistik pelabuhan ketapang