Jalan Penghubung Bulusan-Ketapang Dikebut, 30 Rumah Harus Dibebaskan

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 08:00 WIB
TAHAP PERENCANAAN: Puluhan bangunan milik warga yang terdampak pembangunan akses penghubung Dermaga Bulusan-Ketapang harus dibebaskan sebelum konstruksi fisik dimulai. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
TAHAP PERENCANAAN: Puluhan bangunan milik warga yang terdampak pembangunan akses penghubung Dermaga Bulusan-Ketapang harus dibebaskan sebelum konstruksi fisik dimulai. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Rencana membangun akses penghubung Dermaga Bulusan dengan kawasan utama Pelabuhan ASDP Ketapang mulai menemukan jalan terang. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang menargetkan pembangunan fisik dimulai semester kedua 2026, meski rencana tersebut masih terbentur persoalan pembebasan sekitar 30 rumah warga.

Jika terealisasi, akses baru tersebut bakal menjadi jalur penting untuk memperkuat konektivitas di kawasan pelabuhan penyeberangan Selat Bali. Mobilitas kendaraan, terutama angkutan logistik, diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan pihaknya terus mematangkan rencana pembangunan bersama stakeholder terkait.

"Insyaallah ini mungkin di semester ini kita coba kerjakan," kata Media.

Bukan Sekadar Jalan Penghubung

Rencana tersebut bukan sekadar membangun jalan baru.

Akses yang menghubungkan Dermaga Bulusan dengan kawasan utama Pelabuhan Ketapang disiapkan untuk mendukung aktivitas operasional sekaligus memperkuat konektivitas logistik di kawasan pelabuhan.

Selama ini, kawasan pelabuhan di sisi Selat Bali menjadi salah satu simpul penting pergerakan kendaraan dan barang. Karena itu, keberadaan akses tambahan dinilai dapat memberikan kemudahan mobilitas sekaligus mendukung kelancaran operasional pelabuhan.

ASDP juga mengapresiasi dukungan Pemkab Banyuwangi yang ikut menjembatani rencana strategis tersebut.

Namun, membangun akses di kawasan padat aktivitas tentu tidak sesederhana menarik garis di atas peta.

Ada persoalan sosial yang harus diselesaikan lebih dulu.

30 Rumah Jadi Pekerjaan Rumah

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Nyono mengungkapkan, pembangunan saat ini masih dalam tahap perencanaan matang oleh ASDP.

Dari hasil pemetaan awal, terdapat sekitar 30 rumah milik masyarakat yang terdampak pembangunan. Bangunan-bangunan tersebut harus dibebaskan sebelum konstruksi fisik dimulai.

"Saat ini masih tahap perencanaan di ASDP. Ada sekitar 30 rumah warga yang harus dibebaskan sebelum pembangunan dilakukan," tegas Nyono.

Persoalan pembebasan rumah inilah yang menjadi salah satu pekerjaan rumah paling krusial sebelum alat berat benar-benar masuk ke lokasi.

ASDP kini melakukan koordinasi dengan masyarakat di sekitar kawasan rencana pembangunan. Di saat bersamaan, tim teknis menghitung berbagai kemungkinan agar trase yang dipilih benar-benar feasible secara teknis sekaligus tidak menimbulkan persoalan baru.

Dua Trase, Dua Konsekuensi

Dalam pembahasan awal, setidaknya terdapat dua opsi jalur penghubung.

Pilihan pertama mengambil jalur agak ke atas dengan melintasi kawasan permukiman warga. Konsekuensinya, pembebasan lahan dan bangunan masyarakat menjadi persoalan yang harus dituntaskan.

Pilihan kedua menyisir kawasan pantai di dekat Dermaga LCM.

Sekilas, jalur pantai bisa menjadi alternatif untuk mengurangi dampak terhadap permukiman. Namun, pilihan tersebut juga memiliki konsekuensi teknis. Pembangunan di kawasan tersebut membutuhkan pancang tambahan.

"Kita lagi ngitung. Kalau misalnya mudah, mungkin kita coba mengambil yang di masyarakat. Karena kalau ke pantai, butuh pembangunan pancang tambahan lagi," jelas Media.

Artinya, keputusan trase tidak hanya ditentukan oleh soal lahan. Kemudahan konstruksi, kebutuhan teknis, dampak terhadap masyarakat, hingga efisiensi pembangunan ikut menjadi pertimbangan.

ASDP Kejar Target Tahun Ini

Di tengah proses perencanaan dan pembebasan lahan yang masih berjalan, ASDP tetap memasang target ambisius.

Pembangunan fisik diharapkan tidak bergeser dari tahun ini.

"Insyaallah tahun ini. Kita harap," pungkas Media.

Jika target tersebut terealisasi, akses Bulusan–Ketapang bakal menjadi tambahan konektivitas penting di kawasan pelabuhan Selat Bali.

Tetapi sebelum jalan atau jembatan itu berdiri, satu tahapan besar harus dituntaskan: menemukan titik temu dengan warga yang rumahnya terdampak pembangunan.

Di situlah masa depan akses baru Bulusan–Ketapang kini dipertaruhkan—antara kebutuhan memperkuat konektivitas pelabuhan dan kewajiban memastikan pembangunan tetap berjalan dengan memperhatikan masyarakat yang terdampak. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Dermaga Bulusan Akses Bulusan Pembebasan rumah pelabuhan ketapang asdp ketapang