Geger Buku Islam Ala Prabowo, Gus Kautsar dan TGB Bantah Jadi Penulis

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 09:14 WIB
Buku Islam Ala Prabowo disorot setelah nama Gus Kautsar dan TGB tercantum sebagai penulis. Keduanya membantah pernah mengirimkan tulisan. (Kolase foto NU Online, JawaPos.com dan Tempo.co)
Buku Islam Ala Prabowo disorot setelah nama Gus Kautsar dan TGB tercantum sebagai penulis. Keduanya membantah pernah mengirimkan tulisan. (Kolase foto NU Online, JawaPos.com dan Tempo.co)

RADAR BANYUWANGI – Buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam tengah menjadi sorotan setelah nama dua tokoh, KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar dan Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, tercantum sebagai penulis. Persoalannya, keduanya justru membantah pernah menulis maupun mengirimkan naskah untuk buku tersebut.

Polemik itu mencuat setelah Ning Jazilah Annahdliyah, istri Gus Kautsar, mempertanyakan pencantuman nama suaminya dalam buku tersebut.

Melalui komentar di media sosial, Ning Jazilah menyebut Gus Kautsar tidak pernah menulis naskah untuk buku Islam Ala Prabowo dan tidak pernah memberikan izin agar namanya dicantumkan sebagai penulis.

“Kok bisa ada nama suami saya?? pdhl gus kautsar tidak pernah menulis itu, kok bisa penulis tidak izin dulu kalau mau menyertakan nama suami saya??!!” tulis Ning Jazilah.

Pernyataan tersebut kemudian menempatkan pencantuman nama Gus Kautsar sebagai salah satu persoalan utama yang mengiringi sorotan terhadap buku tersebut.

Namun, polemik ternyata tidak berhenti pada satu nama.

TGB Muhammad Zainul Majdi juga membantah pernah mengirimkan tulisan untuk buku tersebut. Padahal, namanya tercantum sebagai penulis artikel berjudul “Visi Keislaman Prabowo Subianto: Moderasi, Keadilan dan Pembaharuan Dialektika Keagamaan”.

Dengan adanya bantahan dari dua tokoh tersebut, pertanyaan mengenai proses penyusunan dan pencantuman nama para kontributor menjadi semakin mengemuka.

Buku 346 Halaman tentang Islam dan Prabowo

Buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House.

Buku tersebut memiliki ketebalan sekitar 346 halaman dan terbit pertama kali pada April 2025.

Secara garis besar, buku itu berupaya menghadirkan perspektif mengenai sisi keagamaan, nilai moral Islam, serta kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam deskripsi bukunya, karya tersebut disebut lahir dari tantangan untuk menarasikan sejarah, riwayat, sekaligus kiprah seorang pemimpin politik dari sudut pandang yang dinilai belum banyak dibicarakan di ruang intelektual publik.

Buku itu tidak sekadar dimaksudkan untuk mendeskripsikan sosok Prabowo sebagaimana pemberitaan yang selama ini beredar.

Penyusun buku menawarkan sudut pandang mengenai hubungan antara Prabowo Subianto dengan nilai-nilai keislaman dan kehidupan keumatan.

Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah melihat Prabowo sebagai sosok yang disebut berperan dalam “lokomotif keagamaan dan keumatan”, meski bukan figur yang identik dengan citra santri bersarung.

Perspektif tersebut kemudian dikembangkan dengan membaca nilai, paradigma, napak tilas, hingga gagasan mengenai arah masa depan bangsa yang dikaitkan dengan kepemimpinan Prabowo.

Mengulik Pengaruh Moral Islam dalam Kepemimpinan

Deskripsi buku juga menempatkan perilaku politik dan kepemimpinan Prabowo dalam perspektif moral Islam.

Penulis buku menyebut pendekatan tersebut sebagai upaya membaca pengaruh moral Islam terhadap perilaku politik dan kepemimpinan Prabowo Subianto.

Konsep tersebut kemudian dikaitkan dengan istilah elan vital dalam pemikiran Sir Muhammad Iqbal.

Dengan pendekatan itu, buku berusaha membawa pembaca melihat Prabowo bukan semata-mata dari sisi politik, melainkan melalui perspektif keagamaan, nilai moral, paradigma kepemimpinan, dan relasi dengan persoalan keumatan.

Namun, isi dan gagasan buku tersebut kini justru berhadapan dengan persoalan lain yang berada di luar substansi narasi tentang Prabowo.

Yakni, soal pencantuman nama sejumlah tokoh sebagai penulis.

Penerbit Belum Beri Penjelasan

Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak penerbit maupun penyusun utama buku mengenai bantahan Gus Kautsar dan TGB.

Belum diketahui pula bagaimana proses pencantuman nama kedua tokoh tersebut dalam buku, termasuk apakah terdapat komunikasi sebelumnya terkait kontribusi tulisan maupun penggunaan nama sebagai penulis.

Karena itu, polemik ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang belum terjawab.

Bantahan Gus Kautsar melalui pernyataan istrinya dan penegasan TGB menjadi bagian penting untuk dicermati, terutama karena keduanya disebut memiliki tulisan atau nama sebagai kontributor dalam buku tersebut.

Di sisi lain, buku Islam Ala Prabowo tetap memiliki konteks yang lebih luas. Buku yang terbit pada April 2025 itu sejak awal dimaksudkan untuk membuka perspektif mengenai hubungan antara nilai-nilai Islam dan sosok Prabowo Subianto.

Kini, perhatian publik justru tertuju pada persoalan di balik proses penyusunannya.

Apakah pencantuman nama Gus Kautsar dan TGB merupakan bagian dari proses editorial yang belum dijelaskan, atau terdapat persoalan komunikasi dengan para tokoh yang namanya dicantumkan?

Pertanyaan itu masih menunggu jawaban resmi dari penerbit dan penyusun buku. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Islam ala Prabowo buku Prabowo TGB Zainul Majdi gus kautsar prabowo subianto