Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Idrus Marham soal Islam Ala Prabowo: Bukan Santri, tapi Muslim Sejati

Ali Sodiqin
Penulis: Ali Sodiqin❯
Wakil Ketum Partai Golkar Idrus Marham dan Buku Islam ala Prabowo. ((Fedrik Tarigan/Jawa Pos & Dok. Gramedia)
Wakil Ketum Partai Golkar Idrus Marham dan Buku Islam ala Prabowo. (Dok. Fedrik Tarigan/Jawa Pos & Dok. Gramedia)

Advertisement

RADAR BANYUWANGI – Perdebatan tentang buku Islam Ala Prabowo tidak semestinya berhenti pada latar belakang pendidikan agama Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menilai ukuran keberislaman seorang pemimpin justru terlihat dari bagaimana nilai agama diterjemahkan menjadi tindakan, kebijakan, kepedulian, dan kemaslahatan bagi masyarakat.

Idrus menyampaikan pandangan tersebut saat merespons ramainya perbincangan publik mengenai buku Islam Ala Prabowo: Cara Presiden Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam. Menurut dia, Prabowo memang bukan lulusan pesantren, tetapi hal itu tidak otomatis menentukan kualitas keberagamaannya.

“Prabowo memang bukan santri, tetapi Presiden Prabowo memang muslim sejati. Ada orang yang tumbuh dalam tradisi santri, ada pula yang sejak lahir berada dalam lingkungan keluarga muslim yang homogen. Prabowo memiliki pengalaman keberagamaan yang berbeda,” kata Idrus dalam siaran persnya, Senin (7/9/2026).

Advertisement

Keberislaman Prabowo Tak Bisa Diukur dari Pesantren

Idrus menilai latar belakang keluarga Prabowo yang plural secara agama justru menjadi konteks penting untuk melihat perjalanan keberagamaannya secara lebih objektif.

Prabowo tumbuh dalam keluarga dengan latar belakang multireligius. Namun, menurut Idrus, Prabowo tetap mempertahankan identitas dan keyakinannya sebagai seorang muslim.

Advertisement

Karena itu, keberislaman seseorang tidak semestinya hanya diukur dari apakah dia berasal dari lingkungan pesantren atau tidak.

“Jangan melihat keberislaman seseorang hanya dari apakah ia berasal dari keluarga pesantren atau bukan. Ada dimensi keteguhan iman yang juga harus dihargai,” ujarnya.

Bagi Idrus, cara pandang tersebut penting agar diskusi mengenai agama tidak terjebak pada simbol maupun latar belakang seseorang semata.

Muslim Sejati Diukur dari Amal

Idrus kemudian menggeser ukuran keberagamaan dari sekadar penguasaan terhadap teks agama menuju praksis kehidupan.

Menurut dia, Islam tidak berhenti pada kemampuan seseorang berbicara tentang agama. Keimanan harus memiliki konsekuensi berupa amal dan kepedulian sosial.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Koran Jawa Pos 1998 Viral Lagi, Ini Konteks “Salah Perintah” Prabowo

Koran Jawa Pos 1998 Viral Lagi, Ini Konteks “Salah Perintah” Prabowo

Arsip Jawa Pos edisi 11 Agustus 1998 soal Prabowo kembali viral. Ini konteks frasa “salah menerjemahkan perintah” dalam pemeriksaan DKP.

Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar NU di Jombang, Gibran Masih Abu-Abu

Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar NU di Jombang, Gibran Masih Abu-Abu

Muktamar ke-35 NU di Jombang siap digelar 27-31 Agustus 2026. Prabowo dijadwalkan hadir, sementara Gibran masih menunggu konfirmasi.

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Banyuwangi Kebagian Proyek 130,2 MWp

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Banyuwangi Kebagian Proyek 130,2 MWp

Prabowo meluncurkan PLTS 100 GWp di 15 titik. Banyuwangi mendapat proyek 130,2 MWp di Kalipuro untuk percepatan energi terbarukan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer