RADAR BANYUWANGI – Dermaga Bulusan Banyuwangi dikebut agar tuntas sebelum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemkab Banyuwangi menargetkan penataan fisik dimulai Oktober dan selesai maksimal pertengahan Desember, sehingga dermaga yang kini mengalami kerusakan cukup parah itu bisa segera difungsikan untuk mendukung angkutan kendaraan logistik dan penumpang.
Target tersebut mulai dikejar melalui survei batimetri di kawasan Dermaga Bulusan, Selasa (8/9). Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono meninjau langsung proses pemetaan dasar laut bersama sejumlah pemangku kepentingan pelabuhan.
Survei menggunakan teknologi multibeam tersebut dilakukan tenaga ahli untuk mendapatkan gambaran detail kondisi dasar perairan. Data itu nantinya menjadi pijakan dalam menentukan desain konstruksi, kedalaman perairan, bentuk tempat sandar kapal, hingga struktur dinding penahan dermaga.
“Kami hadir bersama KSOP, BPTD, Polri, dan Pemprov Jatim untuk mengoptimalkan fungsi Dermaga Bulusan. Survei batimetri ini jadi landasan menentukan apakah struktur konstruksinya mengarah membujur atau melintang,” kata Mujiono saat meninjau lokasi.
Kondisi Dermaga Tak Bisa Dipaksakan
Kerusakan Dermaga Bulusan menjadi alasan kajian teknis dilakukan secara menyeluruh sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Sejumlah bagian dermaga dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Mulai plat lantai, dinding penahan, hingga plat baja membutuhkan penanganan.
Kondisi tersebut membuat pengoperasian dermaga tanpa perbaikan dinilai berisiko. Keselamatan kapal, kendaraan logistik, maupun penumpang menjadi pertimbangan utama.
Karena itu, survei batimetri bukan sekadar formalitas sebelum pembangunan. Pemetaan dasar laut diperlukan untuk memastikan desain konstruksi yang nantinya diterapkan benar-benar sesuai dengan kondisi perairan.
Dari hasil survei tersebut, pemerintah akan menentukan arah konstruksi dermaga, termasuk apakah struktur tempat sandar akan dibuat membujur atau melintang.
Langkah itu menjadi bagian penting dari rencana mengubah fungsi Dermaga Bulusan agar memiliki kapasitas pelayanan yang lebih besar.
Dikebut Oktober, Wajib Rampung Desember
Pemkab Banyuwangi memasang tenggat cukup ketat. Pekerjaan fisik penataan ulang ditargetkan mulai Oktober 2026 dan harus selesai maksimal pertengahan Desember 2026.
Artinya, waktu pengerjaan hanya sekitar dua bulan untuk memastikan fasilitas tersebut siap digunakan ketika arus kendaraan dan penumpang meningkat selama periode Nataru.
Target tersebut bukan tanpa alasan. Momentum Natal dan Tahun Baru biasanya diikuti peningkatan mobilitas masyarakat serta aktivitas transportasi dan logistik.
Keberadaan Dermaga Bulusan yang lebih layak diharapkan dapat memperkuat kapasitas layanan pelabuhan di Banyuwangi sekaligus mendukung kelancaran pergerakan kendaraan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, dermaga tersebut diharapkan sudah dapat dimanfaatkan saat periode libur akhir tahun.
Dari Tempat Sandar Menjadi Jalur Logistik
Rencana penataan Dermaga Bulusan juga membawa perubahan besar pada fungsi fasilitas tersebut.
Selama ini, dermaga lebih banyak digunakan sebagai tempat kapal bersandar dan melakukan perbaikan. Ke depan, kapasitas serta kualitas infrastrukturnya akan ditingkatkan agar mampu melayani bongkar muat kendaraan logistik sekaligus penumpang.
“Semula dermaga ini hanya digunakan untuk tempat sandar dan perbaikan kapal, bukan untuk pengangkutan. Kapasitas dan kualitasnya kami tingkatkan agar bisa difungsikan untuk bongkar muat kendaraan logistik serta penumpang,” pungkas Mujiono.
Dengan fungsi baru tersebut, Dermaga Bulusan diproyeksikan tidak hanya menjadi fasilitas pendukung aktivitas kapal. Dermaga ini juga diharapkan menjadi salah satu simpul transportasi yang membantu mengurai pergerakan kendaraan, terutama saat terjadi lonjakan arus logistik dan penumpang.
Kini, pekerjaan rumahnya tinggal berpacu dengan waktu: memastikan hasil survei segera diterjemahkan menjadi desain konstruksi, pekerjaan fisik dimulai Oktober, dan seluruh penataan rampung sebelum pertengahan Desember.
Sebab, saat Nataru tiba, Dermaga Bulusan tidak lagi boleh sekadar berdiri—tetapi harus siap melayani. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin