RADAR BANYUWANGI – Di tengah kepungan antrean kendaraan di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, polisi tak hanya sibuk mengurai kemacetan. Seorang anggota Satlantas Polresta Banyuwangi, Aipda Amir, justru menghentikan sejenak tugas pengaturan arus untuk membantu wisatawan mancanegara yang kebingungan mencari angkutan umum.
Momen humanis itu terjadi Kamis (3/9), ketika antrean kendaraan menuju penyeberangan Ketapang–Gilimanuk kembali memadati jalur utama. Di antara deretan truk logistik dan kendaraan pribadi, seorang turis asing tampak kebingungan mencari transportasi untuk melanjutkan perjalanan.
Amir yang sedang berjaga di titik rawan kemacetan langsung menghampiri. Dia memberikan informasi mengenai rute, membantu mencarikan pilihan angkutan umum, sekaligus memastikan wisatawan tersebut naik ke armada yang tepat.
Di tengah situasi lalu lintas yang padat dan cuaca pesisir yang terik, bantuan sederhana itu menjadi momen yang mencairkan ketegangan.
Tak Hanya Mengurai Kendaraan
Kawasan Pelabuhan Ketapang memang tengah menghadapi kepadatan kendaraan. Deretan truk dan kendaraan lain mengantre untuk menyeberang menuju Pulau Bali.
Petugas kepolisian ditempatkan di sejumlah titik untuk menjaga arus tetap bergerak, mengatur persimpangan, serta mencegah kendaraan berhenti atau parkir sembarangan yang dapat memperparah kemacetan.
Namun, bagi polisi, tugas di tengah kepadatan tidak berhenti pada pengaturan lalu lintas.
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan mengatakan, setiap personel yang bertugas juga dituntut peka terhadap kebutuhan masyarakat dan wisatawan.
“Personel memang sengaja kami tempatkan secara tersebar pada titik-titik kepadatan utama untuk menjaga arus kendaraan tetap terkendali dan bergerak. Namun di tengah pelaksanaan pengaturan yang padat itu, anggota juga wajib tetap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat maupun wisatawan yang membutuhkan informasi dan bantuan darurat,” ungkap Rofiq.
Menurut dia, kehadiran petugas di lapangan harus mampu memberikan solusi bagi pengguna jalan. Terlebih, kawasan Ketapang merupakan pintu penting mobilitas masyarakat sekaligus salah satu akses utama wisatawan yang hendak masuk maupun keluar Banyuwangi.
Ketapang Jadi Etalase Pelayanan Wisatawan
Bagi kepolisian, situasi padat justru menjadi momentum untuk menunjukkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kawasan Ketapang bukan hanya jalur kendaraan menuju pelabuhan. Bagi wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara, kawasan tersebut menjadi bagian dari pengalaman pertama mereka ketika memasuki Banyuwangi atau hendak melanjutkan perjalanan ke Bali.
Karena itu, pendekatan humanis dinilai penting. Ketegasan dalam mengatur lalu lintas tetap diperlukan, tetapi keramahan dan kepekaan petugas juga menjadi bagian dari pelayanan publik.
Rofiq menegaskan, masyarakat dan wisatawan tetap memiliki hak untuk mendapatkan informasi dan bantuan meskipun kondisi lalu lintas sedang padat.
“Kami ingin memastikan masyarakat dan wisatawan tetap mendapatkan hak pelayanan terbaik mereka meskipun kondisi lalu lintas di sekitar sedang sangat padat. Setiap anggota harus selalu tanggap, peka terhadap situasi, dan cepat merespons kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” pungkas Rofiq. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin