Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antrean Ketapang Terus Mengular, Wisata Watu Dodol, Bangsring, hingga Baluran Kena Imbas

Ali Sodiqin
Penulis: Ali Sodiqin❯
Grand Watudodol Banyuwangi menyediakan banyak fasilitas perahu wisata untuk mengeksplorasi keindahan laut Selat Bali.
KENA DAMPAK MACET: Grand Watudodol Banyuwangi menyediakan banyak fasilitas perahu wisata untuk mengeksplorasi keindahan laut Selat Bali.

Advertisement

RADAR BANYUWANGI – Kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang tak hanya membuat calon penumpang kapal tertahan. Efek dominonya mulai terasa ke sektor pariwisata di sepanjang jalur Banyuwangi–Situbondo, termasuk Bangsring Underwater, Grand Watu Dodol, hingga kawasan Taman Nasional Baluran. Persoalannya, hingga kini belum ada data resmi yang menunjukkan berapa persen kunjungan di masing-masing destinasi itu turun akibat kemacetan.

Antrean kendaraan pada Rabu (24/6/2026) bahkan sempat mengular sekitar 10 kilometer hingga kawasan Watu Dodol sebelum kemudian menyusut menjadi sekitar 5 kilometer.

Di waktu yang sama, volume kendaraan yang melintas dari Ketapang menuju Gilimanuk meningkat 21 persen. Jumlahnya naik dari sekitar 7.000 kendaraan menjadi 9.600 kendaraan per hari.

Advertisement

Kondisi tersebut membuat perjalanan menuju kawasan wisata di utara Banyuwangi ikut terdampak. Wisatawan yang semula memiliki waktu untuk singgah di sejumlah destinasi kini harus memperhitungkan potensi tertahan berjam-jam di jalur Ketapang.

Bukan Sekadar Urusan Penyeberangan

Kemacetan Ketapang selama ini lebih banyak dilihat sebagai persoalan transportasi dan penyeberangan menuju Bali.

Advertisement

Padahal, jalur tersebut juga menjadi akses penting menuju sejumlah destinasi wisata di Banyuwangi bagian utara dan Situbondo.

Bangsring Underwater menjadi salah satu destinasi yang berada di jalur tersebut. Kawasan wisata berbasis bahari itu menawarkan aktivitas snorkeling serta akses wisata menuju sejumlah pulau dan spot laut di sekitarnya.

Ketika arus kendaraan tersendat, persoalannya bukan semata wisatawan terlambat sampai pelabuhan.

Wisatawan yang menjadikan kawasan utara Banyuwangi sebagai tujuan perjalanan juga menghadapi risiko perubahan jadwal. Waktu yang semula dialokasikan untuk menikmati destinasi dapat habis di perjalanan.

Pemkab Banyuwangi sendiri sebelumnya mengakui kemacetan akses menuju Ketapang memberikan dampak terhadap sektor pariwisata. Wisatawan mengalami keterlambatan perjalanan akibat kepadatan kendaraan di kawasan tersebut.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ban Belakang Meletus, Truk Tangki Air Nyaris Bikin Jalur Banyuwangi Macet

Ban Belakang Meletus, Truk Tangki Air Nyaris Bikin Jalur Banyuwangi Macet

Ban belakang truk tangki air meletus hingga terguling di Kedayunan Banyuwangi. Warga dan polisi bergerak cepat, kendaraan dievakuasi 20 menit.

Akses Bokoharjo Dipercepat, Jalur Tol Baru Disiapkan untuk Pangkas Macet ke Gunungkidul

Akses Bokoharjo Dipercepat, Jalur Tol Baru Disiapkan untuk Pangkas Macet ke Gunungkidul

Akses Bokoharjo sepanjang 1,95 km dipercepat dan ditargetkan fungsional pada 2027 untuk mengurai macet wisatawan menuju Gunungkidul.

Lahan KAI 10 Hektare Disiapkan untuk Urai Macet Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Lahan KAI 10 Hektare Disiapkan untuk Urai Macet Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

KAI siapkan 10 hektare lahan di Stasiun Ketapang untuk rest area dan kantong parkir guna mengurai kemacetan Pelabuhan Ketapang saat peak season.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer