RADAR BANYUWANGI – Formasi angka 81 yang dibentuk 75 pelajar SMA di tengah pengibaran Merah Putih menjadi salah satu momen paling mencuri perhatian dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Blambangan, Banyuwangi, Senin (17/8).
Ratusan pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA juga ikut menghidupkan peringatan kemerdekaan dengan beragam penampilan seni budaya Nusantara. Mulai budaya Dayak, Betawi, Minang, hingga kesenian khas Banyuwangi, seluruhnya tampil dalam satu panggung keberagaman.
Peringatan HUT ke-81 RI di pusat Kota Banyuwangi itu tak hanya menjadi prosesi seremonial. Upacara kemerdekaan juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan semangat kebangsaan melalui disiplin, seni, budaya, dan keberagaman.
Prosesi dimulai dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh 75 pelajar SMA yang tergabung dalam Paskibra Banyuwangi. Usai menjalankan tugas pengibaran, para anggota Paskibra membentuk formasi angka 81 sebagai simbol usia kemerdekaan Indonesia tahun ini.
Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Tugas pembawa baki bendera dipercayakan kepada I Gusti Ayu Mahisita, pelajar SMAN 1 Srono. Sementara Dyandra Ramadhan Taufani dari SMAN 1 Genteng bertugas sebagai pengerek bendera.
Posisi pembentang bendera diemban Muhammad Rezky Perdana dari SMA 2 Taruna Bhayangkara. Sedangkan Davian Ardhana Putra, juga dari SMA 2 Taruna Bhayangkara, mendapat tugas sebagai pengulur bendera.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertindak sebagai inspektur upacara. Sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dalam peringatan detik-detik kemerdekaan tersebut.
Di antaranya Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, Wakil Bupati Mujiono, Sekretaris Daerah Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Wishnu Kristiawan, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan, Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan, Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi I Gede Yuliarta, serta Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi Farid Gunawan.
Namun, suasana di Taman Blambangan tak hanya dipenuhi pejabat dan peserta upacara. Warga dari berbagai kalangan juga memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan langsung peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Sejumlah ibu bahkan terlihat mampir dan menyaksikan jalannya upacara setelah berbelanja dari pasar. Di antara kerumunan warga, tampak pula wisatawan dari luar Banyuwangi yang ikut menikmati suasana peringatan kemerdekaan.
Kehadiran masyarakat itu membuat peringatan HUT ke-81 RI di Taman Blambangan terasa lebih hidup. Bukan sekadar upacara tahunan, tetapi menjadi perayaan bersama yang mempertemukan pemerintah, pelajar, warga, hingga wisatawan.
Semarak semakin terasa ketika ratusan pelajar menampilkan ragam seni budaya Nusantara. Perpaduan budaya Dayak, Betawi, Minang, dan kesenian khas Banyuwangi menjadi gambaran bahwa keberagaman dapat tampil dalam satu panggung persatuan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, momentum kemerdekaan harus dimaknai sebagai dorongan untuk terus membangun daerah. Menurut dia, masih banyak persoalan yang harus diselesaikan bersama.
Mulai dari kemiskinan, anak tidak sekolah, stunting, hingga menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
“Banyak PR yang harus dituntaskan, kemiskinan, anak tidak sekolah, stunting. Bagaimana juga menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Intinya, 10 program prioritas nasional seperti yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato penyampaian tentang APBN tahun ini harus kita laksanakan,” tegasnya.
Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya menyebut peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat kebangsaan, persatuan, dan gotong royong dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Semangat kemerdekaan harus terus kita warisi dan diwujudkan melalui pengabdian, kebersamaan serta kontribusi nyata sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” pungkasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin