Gus Fawait Ungkap Rencana Tol Lewati Jember, Tersambung hingga Bondowoso-Situbondo

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:00 WIB
Gus Fawait mengungkap rencana tol melewati Jember dan tersambung ke Bondowoso-Situbondo. Akses, investasi, logistik, dan ekonomi berpeluang tumbuh. (Instagram @dinas_kominfo_kab_jember)
Gus Fawait mengungkap rencana tol melewati Jember dan tersambung ke Bondowoso-Situbondo. Akses, investasi, logistik, dan ekonomi berpeluang tumbuh. (Instagram @dinas_kominfo_kab_jember)

RADAR BANYUWANGI — Kabupaten Jember berpeluang memasuki babak baru pembangunan infrastruktur. Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkapkan bahwa rencana jalan tol yang akan melewati wilayah Jember kini masuk dalam perencanaan pemerintah pusat, dengan konektivitas yang diarahkan menuju Bondowoso hingga Situbondo.

Kabar tersebut disampaikan Gus Fawait, sapaan akrab Muhammad Fawait, seusai menghadiri hari pertama kegiatan Bunga Desaku di kawasan Pantai Watu Ulo, Jember, Minggu (27/7/2025) malam.

Menurut Gus Fawait, Pemerintah Kabupaten Jember telah berupaya meyakinkan pemerintah pusat agar Jember masuk dalam rencana pengembangan jaringan jalan tol nasional.

“Jember sudah mengalami kemajuan signifikan. Perencanaan tolnya sudah tersambung. Nantinya, Jember akan disambungkan dengan Tol Bondowoso hingga Situbondo,” ungkap Gus Fawait.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal penting bagi Jember yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi di kawasan Tapal Kuda, tetapi belum memiliki akses langsung ke jaringan jalan tol seperti sejumlah daerah lain di Jawa Timur.

Tol Jember Jadi Harapan Baru Konektivitas

Jika rencana tersebut terealisasi, keberadaan tol diproyeksikan tidak hanya memangkas hambatan mobilitas masyarakat.

Jalan bebas hambatan juga dapat membuka akses distribusi barang dan jasa yang lebih cepat, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi Jember dengan wilayah sekitarnya.

Skema konektivitas Jember-Bondowoso-Situbondo akan membuat pergerakan dari wilayah selatan dan tengah Jember menuju koridor utara Jawa Timur menjadi lebih terintegrasi.

Bagi dunia usaha, akses tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan lokasi investasi.

Gus Fawait menyebut, masuknya Jember dalam jalur tol nasional berpotensi membawa sejumlah lompatan strategis bagi pembangunan daerah.

Salah satunya adalah meningkatnya aksesibilitas dan konektivitas.

Dengan infrastruktur yang lebih baik, mobilitas masyarakat maupun distribusi komoditas dari Jember menuju daerah lain diharapkan menjadi semakin efisien.

Investor Bisa Melirik Jember

Efek berikutnya yang diharapkan adalah meningkatnya daya tarik investasi.

Jember memiliki potensi ekonomi yang ditopang sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, pariwisata, hingga berbagai usaha berbasis komoditas lokal.

Namun, investasi tidak hanya membutuhkan potensi sumber daya. Infrastruktur dan kemudahan distribusi juga menjadi faktor penting.

Jika akses tol tersedia, biaya dan waktu perjalanan menuju pusat-pusat ekonomi di wilayah lain berpotensi menjadi lebih kompetitif.

Kondisi tersebut dapat membuka peluang munculnya kawasan industri, pergudangan, pusat distribusi, hingga bisnis penunjang lainnya di sekitar simpul tol.

Dengan kata lain, tol tidak berhenti sebagai jalan yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lain. Infrastruktur tersebut dapat menjadi pemicu tumbuhnya pusat ekonomi baru.

Ekonomi Jember Diproyeksikan Makin Bergerak

Gus Fawait juga melihat pembangunan tol sebagai salah satu pintu menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat.

Konektivitas yang meningkat memungkinkan produk-produk lokal Jember menjangkau pasar yang lebih luas.

Komoditas pertanian dan perkebunan, misalnya, dapat memperoleh akses distribusi yang lebih efisien. Begitu pula sektor perdagangan dan pariwisata yang membutuhkan mobilitas pengunjung.

Di sisi lain, bertambahnya aktivitas ekonomi di sekitar jalur tol juga berpotensi menciptakan lapangan usaha baru.

Efeknya bisa menjalar ke berbagai sektor, mulai dari transportasi, kuliner, akomodasi, perdagangan, hingga jasa.

Namun, seluruh potensi tersebut baru bisa dirasakan jika pembangunan benar-benar terealisasi dan diikuti dengan perencanaan kawasan yang matang.

Pemkab Bisa Siapkan Kawasan Strategis

Keberadaan jalan tol juga membuka peluang bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk menyiapkan kawasan strategis di sekitar akses tol.

Gus Fawait menyebut sejumlah konsep yang dapat dikembangkan, seperti terminal terpadu, rest area modern, hingga pusat logistik.

Konsep tersebut penting agar Jember tidak sekadar menjadi daerah yang dilewati jalan tol.

Sebaliknya, pemerintah daerah dapat menangkap dampak ekonomi dari keberadaan infrastruktur tersebut dengan menyiapkan kawasan yang terintegrasi.

Rest area, misalnya, dapat menjadi etalase produk UMKM dan komoditas lokal. Sementara pusat logistik bisa menjadi simpul distribusi bagi produk dari Jember maupun daerah sekitar.

Jika direncanakan sejak awal, simpul-simpul tersebut dapat menjadi magnet aktivitas ekonomi baru.

Gus Fawait Minta Dukungan Warga

Meski membawa kabar optimistis, pembangunan tol tentu membutuhkan proses panjang. Mulai dari perencanaan, kajian trase, penyiapan lahan, pembiayaan, hingga konstruksi.

Karena itu, Gus Fawait meminta dukungan masyarakat agar rencana tersebut dapat terealisasi.

Ia berharap pembangunan jalan tol yang melewati Jember dapat terwujud dalam lima tahun ke depan.

“Mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Jember agar rencana besar ini dapat segera terealisasi dalam lima tahun ke depan,” ujarnya.

Harapan tersebut menjadi pekerjaan rumah sekaligus peluang bagi Pemkab Jember.

Sebab, jika tol benar-benar hadir, tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana mendapatkan akses jalan bebas hambatan, melainkan bagaimana memastikan infrastruktur tersebut memberikan manfaat ekonomi sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Dari Jalan Tol Menuju Pusat Pertumbuhan Baru

Rencana konektivitas Jember menuju Bondowoso dan Situbondo membawa konsekuensi strategis bagi masa depan wilayah.

Jember berpotensi memperoleh akses yang lebih kuat menuju jaringan transportasi regional. Namun, infrastruktur jalan harus diikuti kebijakan tata ruang, pengembangan kawasan ekonomi, kesiapan UMKM, serta penguatan pusat logistik dan pariwisata.

Dengan begitu, tol tidak hanya menjadi jalur kendaraan yang melintas di wilayah Jember.

Jalur tersebut dapat menjadi urat baru perekonomian daerah—menghubungkan sentra produksi dengan pasar, membuka akses investasi, dan mempercepat mobilitas masyarakat.

Untuk saat ini, rencana tersebut masih berada dalam tahap perencanaan pemerintah. Kepastian trase, titik akses, jadwal pembangunan, serta target operasional masih menjadi bagian dari proses berikutnya.

Namun, bagi Jember, satu hal sudah jelas: peluang masuknya daerah ini ke jaringan tol nasional mulai dibicarakan lebih serius. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Tol Jember Bondowoso investasi Jember Gus Fawait tol situbondo tol Jember