Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Transformasi Pelabuhan Ketapang Dipercepat, Jalur Logistik Jawa-Bali Jadi Prioritas

Ali Sodiqin • Senin, 6 Juli 2026 | 17:00 WIB
Sejumlah kendaraan motor dan mobil antre untuk memasuki kapal di Pelabuhan ketapang, banyuwangi (14/5). Liburan long weekend terjadi antrean di kantong parkir pelabuhan ketapang
ILUSTRASI: Sejumlah kendaraan motor dan mobil antre untuk memasuki kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi 14 Mei 2026 lalu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Transformasi besar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mulai dipercepat. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepakat membangun ekosistem penyeberangan yang lebih modern, terintegrasi, dan berorientasi jangka panjang guna memperkuat konektivitas logistik serta pariwisata antara Pulau Jawa dan Bali.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara jajaran direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Salah satu poin strategis yang disepakati adalah mendorong pengembangan Pelabuhan Ketapang agar masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Langkah ini dinilai penting mengingat Pelabuhan Ketapang merupakan pintu utama penyeberangan Jawa-Bali sekaligus jalur vital distribusi barang menuju Bali dan kawasan Indonesia Timur yang setiap tahun menghadapi lonjakan arus kendaraan, terutama saat Angkutan Lebaran maupun libur sekolah.

Bukan Sekadar Perluas Pelabuhan

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan transformasi Pelabuhan Ketapang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembentukan sistem konektivitas yang terintegrasi.

Menurutnya, pengalaman menghadapi kepadatan kendaraan pada berbagai periode libur menjadi pelajaran penting bahwa peningkatan layanan tidak cukup hanya melalui optimalisasi operasional.

"Dibutuhkan penguatan infrastruktur dan tata kelola kawasan dengan orientasi jangka panjang," ujar Heru dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).

ASDP pun telah menyiapkan cetak biru pengembangan Pelabuhan Ketapang secara bertahap hingga tahun 2029.

Dermaga Ditambah, Bulusan Jadi Buffer Area Logistik

Dalam masterplan tersebut, ASDP merancang sejumlah proyek strategis untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan.

Program pengembangan meliputi penambahan kapasitas dermaga secara bertahap, pembangunan akses penghubung baru, hingga optimalisasi kawasan Bulusan sebagai buffer area khusus kendaraan logistik.

Keberadaan kawasan penyangga tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean kendaraan yang selama ini kerap meluas hingga ke jalan nasional di luar area pelabuhan.

ASDP menilai penataan kawasan Bulusan menjadi salah satu solusi utama untuk mengurai kemacetan sekaligus memperlancar arus distribusi barang menuju Bali maupun wilayah Indonesia Timur.

"Pelabuhan Ketapang bukan hanya gerbang penyeberangan Jawa-Bali, tetapi simpul strategis yang menopang konektivitas nasional. Karena itu, pengembangannya membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan," kata Heru.

Kolaborasi Pemerintah Jadi Kunci

Heru menambahkan keberhasilan transformasi Pelabuhan Ketapang tidak dapat dilakukan oleh ASDP sendiri.

Perusahaan pelat merah tersebut akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, khususnya dalam penataan ruang kawasan di luar pelabuhan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih adaptif terhadap peningkatan mobilitas masyarakat, kebutuhan distribusi logistik, hingga pertumbuhan sektor pariwisata di koridor Jawa-Bali.

Khofifah Dorong Masuk Proyek Strategis Nasional

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan Pemprov Jatim memberikan dukungan penuh terhadap rencana transformasi Pelabuhan Ketapang.

Menurutnya, pengembangan pelabuhan harus dilakukan secara menyeluruh agar mampu menjawab tantangan pertumbuhan lalu lintas penyeberangan pada masa mendatang.

Karena itu, Pemprov Jatim siap mengawal penyusunan masterplan yang disiapkan ASDP sekaligus mendorong agar proyek tersebut ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional.

Khofifah juga menekankan pentingnya peningkatan standar kelaikan armada kapal, optimalisasi kawasan penyangga di kedua sisi pelabuhan, hingga pembangunan akses jalan menuju kawasan Bulusan.

"Peningkatan kapasitas tersebut harus disiapkan secara menyeluruh melalui sinergi lintas pemangku kepentingan agar terwujud satu kesatuan sistem transportasi yang terintegrasi," ujarnya.

Direksi dan Komisaris ASDP Hadir Langsung

Pertemuan strategis tersebut dihadiri jajaran direksi dan komisaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Hadir dalam kesempatan itu Komisaris Utama Ahmad Baidhowi, Direktur Utama Heru Widodo, Wakil Direktur Utama Yossianis Marciano, Direktur Teknik Nana Sutisna, serta Corporate Secretary Windy Andale.

Kehadiran para pimpinan perusahaan menunjukkan keseriusan ASDP dalam mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang sebagai simpul transportasi nasional.

Apabila seluruh rencana berjalan sesuai tahapan hingga 2029 dan memperoleh dukungan pemerintah pusat melalui skema PSN, Pelabuhan Ketapang diproyeksikan tidak hanya menjadi pelabuhan penyeberangan terbesar di Indonesia, tetapi juga pusat konektivitas logistik dan pariwisata yang lebih efisien, modern, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi kawasan Jawa-Bali serta Indonesia bagian timur. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#proyek strategis #Khofifah Jatim #Buffer Bulusan #pelabuhan ketapang #asdp ketapang