RADARBANYUWANGI.ID – Masa libur sekolah semester genap belum berdampak signifikan terhadap arus penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Hingga Sabtu (4/7), aktivitas kendaraan menuju pelabuhan masih terpantau lancar tanpa antrean panjang, baik untuk sepeda motor maupun mobil. Kondisi tersebut berbeda dengan puncak musim liburan yang biasanya diwarnai kepadatan kendaraan hingga mengular di akses menuju pelabuhan.
Pantauan Radar Banyuwangi pada Sabtu sekitar pukul 14.00 menunjukkan arus lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang berjalan normal. Tidak terlihat kemacetan yang biasanya dipenuhi truk angkutan logistik maupun kendaraan pribadi yang hendak menyeberang ke Pulau Bali.
Situasi serupa juga terlihat di area antre kendaraan dan ruang tunggu penumpang. Kendaraan dapat langsung masuk ke kapal tanpa harus menunggu lama karena kapasitas layanan penyeberangan masih mencukupi.
Salah seorang pengguna jasa penyeberangan, Agan Husaini, mengaku sengaja memanfaatkan libur sekolah untuk berwisata bersama keluarganya ke Bali.
"Mumpung anak saya liburan, jadi kami memanfaatkan akhir pekan untuk ke Bali," ujarnya.
Pria yang mengendarai Toyota Avanza itu mengatakan perjalanan dari rumahnya di Kecamatan Rogojampi menuju Pelabuhan Ketapang berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.
"Tidak ada macet ataupun harus antre saat masuk di Pelabuhan Ketapang, semuanya lancar," katanya.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menjelaskan bahwa selama masa libur sekolah pihaknya mengoperasikan 28 hingga 30 kapal setiap hari di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Seluruh fasilitas sandar juga dimaksimalkan untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan.
Menurutnya, operasional memanfaatkan seluruh dermaga yang tersedia, mulai Moveable Bridge (MB), Landing Craft Machine (LCM), Dermaga Bulusan, hingga ponton.
"ASDP terus menerapkan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB) untuk memangkas waktu sandar kapal sehingga siklus pelayaran menjadi lebih cepat dan kapasitas layanan meningkat," ujarnya.
Selain meningkatkan kapasitas layanan, ASDP juga masih memberikan insentif kepada pengguna jasa selama periode libur sekolah. Masyarakat dapat menikmati diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan, yang secara rata-rata setara dengan pengurangan sekitar 21,9 persen dari total tarif tiket penyeberangan di tujuh lintasan strategis nasional, termasuk Ketapang–Gilimanuk.
Arief menambahkan, koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diperkirakan terjadi menjelang akhir masa liburan.
"Bersama seluruh stakeholder, kami melakukan pengaturan lalu lintas, pengelompokan kendaraan, serta mengoptimalkan kantong parkir Bulusan agar tidak terjadi antrean panjang," jelasnya.
Meski kondisi masih relatif landai, ASDP tetap menyiagakan seluruh armada dan fasilitas operasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan penyeberangan tetap aman, lancar, dan mampu mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang apabila terjadi lonjakan pada pekan terakhir libur sekolah. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin