Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

AHY Pimpin Penanaman Pohon di Tol Solo-Yogya, Progres Konstruksi Capai 94 Persen

Ali Sodiqin • Jumat, 26 Juni 2026 | 19:00 WIB
60 pohon ditanam di Tol Solo-Yogya, AHY sebut trembesi bisa serap 440 ton CO2. (bpjt.pu.go.id)
60 pohon ditanam di Tol Solo-Yogya, AHY sebut trembesi bisa serap 440 ton CO2. (bpjt.pu.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–Kulon Progo tidak hanya difokuskan pada percepatan konektivitas, tetapi juga diarahkan menjadi infrastruktur yang ramah lingkungan. Hal itu ditandai dengan aksi penanaman 60 pohon di koridor Jalan Tol Solo–Yogyakarta–Kulon Progo segmen Prambanan–Purwomartani, sebagai bagian dari Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (Galang RTHB), Sabtu (25/4).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan menjadi bagian dari implementasi program Green Corridors, yakni penanaman pohon besar di sepanjang ruas jalan tol untuk mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, memaparkan perkembangan pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–Kulon Progo segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer.

Menurut Wilan, progres konstruksi ruas tersebut telah mencapai 94,63 persen. Selain itu, pemerintah juga akan membangun akses Tol Bokoharjo yang ditargetkan dapat difungsikan saat arus mudik Lebaran tahun depan.

"Saat ini progres konstruksi Jalan Tol Solo–Yogyakarta–Kulon Progo segmen Prambanan–Purwomartani sudah mencapai 94,63 persen. Selain itu akan dibangun akses Tol Bokoharjo yang ditargetkan fungsional pada Lebaran tahun depan," ujar Wilan.

Program Galang RTHB merupakan tindak lanjut dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, pemerintah mendorong hadirnya koridor hijau di sepanjang jaringan jalan tol nasional.

Langkah tersebut juga mendukung amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yang menargetkan minimal 30 persen ruang terbuka hijau di setiap wilayah.

Program Green Corridors dijalankan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, BUMN, serta sektor swasta sebagai bagian dari strategi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Sebanyak 60 pohon ditanam di kawasan STA 42+200 Interchange Purwomartani, terdiri atas 15 pohon Trembesi, 15 pohon Tanjung, 15 pohon Kecik, dan 15 pohon Asem Jawa.

AHY menjelaskan, keberadaan pohon-pohon tersebut bukan sekadar mempercantik kawasan jalan tol, tetapi juga memiliki manfaat ekologis yang signifikan.

Menurutnya, setiap 100 kilometer ruang milik jalan (Rumija) yang ditanami pohon Trembesi berpotensi menyerap sekitar 440 ton karbon dioksida (CO₂) setiap tahun, sehingga berkontribusi dalam mengurangi emisi dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

"Setiap 100 kilometer ruang milik jalan yang ditanami pohon Trembesi bisa menyerap sekitar 440 ton CO₂ per tahun. Hal ini menjadi ikhtiar dan kita harus terus bergerak mengawal Galang RTHB ini," kata AHY.

Selain manfaat lingkungan, AHY menegaskan pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta juga akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat.

Apabila ruas tol tersebut telah tersambung sepenuhnya, waktu perjalanan antara Solo dan Yogyakarta yang saat ini berkisar 2 hingga 2,5 jam diperkirakan dapat dipangkas menjadi hanya 35–40 menit.

"Apabila jalan tol ini sudah tersambung Solo–Yogya, waktu tempuh yang sebelumnya sekitar dua hingga dua setengah jam akan menjadi sekitar 35 sampai 40 menit," tambahnya.

Program Green Corridors diharapkan mampu memberikan berbagai manfaat, mulai dari menyerap emisi karbon dioksida, mengurangi polusi udara, mendukung mitigasi krisis iklim dan risiko bencana ekologis, menjaga keanekaragaman hayati, meningkatkan estetika kawasan jalan tol, hingga memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida, Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar, Bupati Sleman Danang Maharsa, Direktur Utama Jasamarga Jogja Solo Rudy Hardiansyah, serta jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian PUPR, dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DIY. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Green Corridors #Galang RTHB #penanaman pohon #ahy #tol solo yogya