RADARBANYUWANGI.ID – Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) terus dipercepat sebagai bagian dari pengembangan jaringan Jalan Tol Trans Jawa. Ruas ini diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas di wilayah timur Pulau Jawa dengan menghubungkan kawasan dari Merak hingga Banyuwangi, sekaligus memangkas waktu tempuh dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi saat ini memfokuskan penyelesaian Tahap 1 yang menghubungkan Gending hingga Besuki sepanjang 49,7 kilometer.
Tahap pertama tersebut dibagi menjadi tiga seksi dengan progres konstruksi yang terus berjalan.
Seksi 1 Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer telah mencapai progres 60,08 persen dan ditargetkan rampung pada kuartal IV.
Sementara Seksi 2 Kraksaan-Paiton sepanjang 11,20 kilometer mencatat progres 40,40 persen dengan target penyelesaian pada kuartal I.
Adapun Seksi 3 Paiton-Besuki sepanjang 25,6 kilometer telah mencapai progres 31,38 persen dan ditargetkan selesai pada kuartal III.
Setelah Tahap 1 rampung, pembangunan akan dilanjutkan pada Tahap 2 yang membentang dari Besuki hingga Ketapang, Banyuwangi, sepanjang 125,72 kilometer.
Tahap ini terbagi menjadi empat seksi, yakni Besuki-Situbondo (42,30 km), Situbondo-Asembagus (16,76 km), Asembagus-Bajulmati (37,45 km), dan Bajulmati-Ketapang (29,21 km). Penyelesaian konstruksi tahap kedua dijadwalkan berlangsung setelah Tahap 1 selesai.
Keberadaan Tol Probowangi diyakini akan membawa perubahan besar terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah timur Jawa Timur.
Salah satu manfaat paling nyata adalah berkurangnya waktu perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki. Jika sebelumnya perjalanan membutuhkan sekitar 1 jam 15 menit, nantinya waktu tempuh diperkirakan hanya 30 menit dengan kecepatan rata-rata kendaraan 80 hingga 100 kilometer per jam.
Selain memangkas waktu perjalanan, ruas tol ini juga diproyeksikan memperlancar arus barang, meningkatkan efisiensi biaya logistik, serta memperkuat akses menuju kawasan industri, pelabuhan, pusat perdagangan, hingga destinasi wisata di Situbondo dan Banyuwangi.
Untuk mendukung kelancaran operasional, Tahap 1 Tol Probowangi akan dilengkapi dengan tiga simpang susun, yakni Simpang Susun Kraksaan, Simpang Susun Paiton, dan Simpang Susun Besuki.
Selain itu, akan dibangun tiga gerbang tol, masing-masing Gerbang Tol Kraksaan, Gerbang Tol Paiton, dan Gerbang Tol Besuki, yang akan menjadi akses utama masyarakat menuju ruas tol.
Ketika seluruh ruas Probolinggo-Banyuwangi selesai dibangun dan tersambung dengan Jalan Tol Trans Jawa, konektivitas darat dari ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa akan semakin terintegrasi.
Kehadiran infrastruktur strategis nasional ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperkuat sektor logistik, serta meningkatkan daya saing kawasan timur Jawa sebagai pusat investasi dan pariwisata nasional. (*)
Editor : Ali Sodiqin