Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sembilan Gerai Koperasi Merah Putih di Kota Probolinggo Mangkrak, Ini Penyebabnya

Ali Sodiqin • Kamis, 25 Juni 2026 | 13:00 WIB
BERHENTI: Kondisi bangunan gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kebonsari Wetan, yang sudah sebulan lebih tidak ada aktivitas pengerjaan. (Foto: Arif Mashudi/Radar Bromo)
BERHENTI: Kondisi bangunan gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kebonsari Wetan, yang sudah sebulan lebih tidak ada aktivitas pengerjaan. (Foto: Arif Mashudi/Radar Bromo)

RADARBANYUWANGI.ID – Program pembangunan gerai dan kantor Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Probolinggo masih menyisakan pekerjaan rumah. Meski sebagian besar proyek telah berjalan, sembilan titik pembangunan hingga kini belum juga rampung dan terlihat mangkrak cukup lama.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menunjukkan, sembilan KKMP yang pembangunannya belum selesai berada di Kelurahan Kebonsari Wetan, Mangunharjo, Wiroborang, Tisnonigaran, Pilang, Ketapang, Kademangan, Triwung Lor, dan Kedungasem.

Padahal, sebagian proyek tersebut telah dimulai sejak Desember 2025. Sementara beberapa lainnya mulai dikerjakan pada awal tahun 2026. Jika mengacu pada jadwal kontrak, pembangunan gerai koperasi tersebut seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan.

Namun kenyataannya, hingga memasuki pertengahan tahun, sejumlah bangunan masih belum dapat difungsikan. Aktivitas pekerja pun nyaris tidak terlihat di beberapa lokasi proyek.

Salah satunya terjadi di lokasi pembangunan KKMP Kebonsari Wetan. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bromo, proyek tersebut tampak terbengkalai. Selama sekitar satu bulan terakhir tidak terlihat aktivitas pengerjaan di lokasi. Kondisi bangunan juga belum sempurna karena bagian atap belum terpasang.

Padahal, pembangunan gerai KKMP di wilayah tersebut telah dimulai sejak akhir tahun lalu. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah titik lain yang masih menunggu penyelesaian pekerjaan tahap akhir.

Bati Komsos Sterdim Kodim 0820 Probolinggo, Peltu Supaedi, membenarkan masih adanya sembilan proyek KKMP yang belum selesai. Meski demikian, ia menegaskan keterlambatan tersebut bukan disebabkan faktor kesengajaan atau penghentian proyek.

Menurutnya, kendala utama berasal dari kelangkaan sejumlah bahan material yang dibutuhkan untuk tahap penyelesaian bangunan.

“Iya Mas, ada 9 titik belum selesai, rata-rata sudah 75 persen. Kendala kelangkaan material,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (20/6).

Supaedi menjelaskan, secara umum struktur utama bangunan di sembilan lokasi tersebut telah selesai dikerjakan. Saat ini pekerjaan yang tersisa lebih banyak berada pada tahap penyempurnaan bangunan, terutama pemasangan atap dan pintu.

Namun, material yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut masih sulit diperoleh di pasaran sehingga menghambat percepatan penyelesaian proyek.

“Spandek sama pintu harmonika yang rata-rata masih antre,” katanya.

Meski progres pembangunan rata-rata telah mencapai sekitar 75 persen, keterlambatan penyelesaian proyek tetap menjadi perhatian. Pasalnya, keberadaan KKMP merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan melalui penyediaan fasilitas koperasi yang representatif.

Karena itu, masyarakat kini menunggu percepatan penyelesaian proyek agar gerai dan kantor Koperasi Kelurahan Merah Putih dapat segera beroperasi sesuai tujuan awal pembangunannya. Dengan tersedianya fasilitas tersebut, aktivitas koperasi di tingkat kelurahan diharapkan mampu berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat langsung bagi warga Kota Probolinggo. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#KKMP Probolinggo #Gerai KKMP #Kelangkaan Material #Kota Probolinggo #Koperasi Merah Putih