Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Batu Bara Mulai Mengalir ke PLTU Jamali, PLN Targetkan Sistem Kelistrikan Segera Normal

Ali Sodiqin • Minggu, 21 Juni 2026 | 16:00 WIB
Proses pengecekan tekanan green ammonia saat dihubungkan ke PLTU Banten 2 Labuan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan sistem. (JawaPos.com)
Proses pengecekan tekanan green ammonia saat dihubungkan ke PLTU Banten 2 Labuan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan sistem. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah keluhan masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa, PT PLN (Persero) bergerak cepat mengamankan pasokan energi primer bagi pembangkit listrik. Salah satu langkah yang kini dipercepat adalah penandatanganan kontrak pengadaan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), khususnya di sistem Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan operasional pembangkit tetap terjaga sekaligus memperkuat keandalan pasokan listrik nasional setelah sistem kelistrikan Jawa menghadapi tekanan akibat gangguan pada sejumlah pembangkit besar dalam beberapa waktu terakhir.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa percepatan pengadaan batu bara menjadi salah satu prioritas utama perusahaan guna menjamin ketersediaan energi bagi pembangkit yang memasok listrik ke wilayah dengan tingkat konsumsi terbesar di Indonesia tersebut.

"Kami juga mempercepat proses penandatanganan kontrak kepada para pemasok batu bara, terutama medium ranked coal yang sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah," ujar Darmawan dalam konferensi pers, Jumat malam (19/6).

Menurut Darmawan, PLN tidak bekerja sendiri dalam proses tersebut. Perusahaan akan memperkuat koordinasi dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna mempercepat seluruh tahapan administrasi dan distribusi pasokan batu bara.

Langkah itu dinilai penting mengingat batu bara masih menjadi sumber energi utama bagi sebagian besar PLTU yang menopang sistem kelistrikan nasional, khususnya di Pulau Jawa.

PLN memastikan proses distribusi medium ranked coal atau batu bara kalori menengah saat ini mulai berjalan dan mengalir ke berbagai PLTU strategis yang tersebar di Pulau Jawa, baik milik PLN maupun pembangkit yang dikelola perusahaan swasta atau Independent Power Producer (IPP).

Di wilayah Jawa bagian barat, pasokan batu bara mulai didistribusikan ke sejumlah pembangkit utama yang menjadi tulang punggung sistem kelistrikan nasional.

Beberapa di antaranya adalah PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya Unit 1 hingga 8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu.

Sementara itu di wilayah Jawa bagian timur, distribusi batu bara juga dilakukan ke sejumlah pembangkit besar seperti PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, hingga PLTU Tanjung Awar-Awar.

“Di antaranya untuk di Jawa bagian barat yaitu PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1-8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, PLTU Indramayu. Sedangkan di Jawa bagian timur di antaranya PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar-Awar,” jelas Darmawan.

Percepatan distribusi batu bara tersebut menjadi perhatian serius PLN setelah muncul berbagai spekulasi mengenai penyebab gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah Jawa.

Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di berbagai daerah mengeluhkan pemadaman bergilir yang terjadi pada pagi, siang, hingga malam hari dengan durasi mencapai beberapa jam.

Gangguan tersebut berdampak luas, mulai dari aktivitas rumah tangga, layanan publik, hingga sektor usaha dan industri yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

Sebelumnya, PLN telah mengungkap bahwa sistem kelistrikan Jawa menghadapi tantangan akibat gangguan teknis pada dua pembangkit besar yang dioperasikan oleh mitra perusahaan dari kelompok Independent Power Producer (IPP).

Gangguan tersebut menyebabkan kedua pembangkit keluar dari sistem sehingga kapasitas pasokan listrik berkurang dan memaksa PLN melakukan manajemen beban di sejumlah wilayah.

Di sisi lain, berkembang pula isu mengenai menurunnya stok batu bara pada sejumlah pembangkit listrik yang diduga turut memberikan tekanan terhadap sistem pasokan energi.

Meski demikian, pemerintah melalui Kementerian ESDM menegaskan bahwa pasokan energi primer nasional tetap berada dalam kondisi aman dan terus dipantau secara intensif.

PLN sendiri memilih fokus pada langkah percepatan pengadaan dan distribusi batu bara agar seluruh pembangkit dapat beroperasi secara optimal dalam menopang kebutuhan listrik masyarakat.

Darmawan menegaskan bahwa perusahaan saat ini bekerja penuh selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan sistem sekaligus mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

Ia juga kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak pemadaman bergilir dalam beberapa hari terakhir.

“Untuk itu, sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya atas adanya gangguan yang mengakibatkan pemadaman bergilir di Pulau Jawa. Kami bekerja all out, siang dan malam agar semua gangguan ini bisa segera terselesaikan,” tegasnya.

Bagi PLN, percepatan kontrak batu bara tidak hanya menjadi solusi jangka pendek untuk menjaga operasional pembangkit, tetapi juga bagian dari strategi menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional dalam menghadapi kebutuhan listrik yang terus meningkat.

Dengan mulai mengalirnya pasokan batu bara ke sejumlah PLTU strategis di Pulau Jawa, harapan masyarakat kini tertuju pada percepatan pemulihan sistem dan berakhirnya pemadaman bergilir yang dalam beberapa hari terakhir mengganggu aktivitas ekonomi maupun kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan PLN mengamankan pasokan batu bara sekaligus memulihkan pembangkit yang mengalami gangguan akan menjadi faktor kunci dalam mengembalikan stabilitas sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali dalam waktu dekat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Pemadaman Bergilir #pasokan batu bara #PLN Indonesia #PLTU Jawa #Listrik Jawa Bali