Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BEM UI Demo di Bundaran HI Hari Ini, Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Prabowo

Ali Sodiqin • Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47 WIB
Menuju Indonesia Bangkrut, BEM UI Turun ke Jalan dan Desak Prabowo Bertindak. (Instagram @JawaPos)
Menuju Indonesia Bangkrut, BEM UI Turun ke Jalan dan Desak Prabowo Bertindak. (Instagram @JawaPos)

RADARBANYUWANGI.ID – Gelombang kritik terhadap kebijakan pemerintah kembali menggema dari kalangan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah aliansi kampus turun ke Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Jumat (12/6), dengan membawa lima tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Aksi bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” itu digelar sebagai bentuk protes atas berbagai persoalan yang dinilai semakin membebani masyarakat, mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), mahalnya kebutuhan pokok, hingga dugaan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan kondisi ekonomi nasional saat ini menjadi salah satu alasan utama mahasiswa turun ke jalan.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah yang disertai kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok telah menambah tekanan terhadap masyarakat. Karena itu, mahasiswa merasa perlu menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan. Pertama, menghentikan pemborosan APBN. Kedua, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM. Ketiga, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, menghentikan praktik militerisme di ranah sipil. Kelima, mendesak Presiden Prabowo mengakui kesalahan pemerintah dan melakukan evaluasi kebijakan.

Ribuan Personel Gabungan Disiagakan

Mengantisipasi aksi massa yang dipusatkan di kawasan jantung ibu kota tersebut, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 4.151 personel gabungan yang terdiri atas 3.651 anggota Polri dan 500 personel TNI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan pihaknya menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Namun, aparat juga menyiapkan langkah pengamanan guna memastikan aksi berlangsung tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.

“Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya,” ujarnya.

Selain pengamanan massa, kepolisian juga mengantisipasi berbagai potensi gangguan, mulai dari kepadatan lalu lintas, konvoi kendaraan, penutupan jalan secara situasional, hingga potensi tindak kriminalitas.

Minta Maaf atas Kemacetan

Sebelum aksi berlangsung, Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jakarta, khususnya pengguna jalan di sekitar Bundaran HI.

Ia menyadari demonstrasi yang digelar berpotensi menimbulkan kemacetan. Namun, menurutnya, kemacetan lalu lintas yang terjadi hanya berlangsung beberapa jam, berbeda dengan persoalan sosial dan ekonomi yang dinilai masyarakat hadapi selama bertahun-tahun.

“Kemacetan lalu lintas hanya berlangsung beberapa jam. Sementara kemacetan mobilitas sosial, lapangan kerja, dan masa depan rakyat sudah berlangsung jauh lebih lama,” ujarnya.

Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional apabila terjadi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi aksi.

Petugas akan melakukan pengalihan arus sesuai kondisi lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta aksi maupun pengguna jalan lainnya.

Masyarakat yang hendak melintas di kawasan Bundaran HI dan Jalan MH Thamrin diimbau mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan selama demonstrasi berlangsung.

Aksi mahasiswa ini diperkirakan menjadi salah satu demonstrasi terbesar yang digelar pada pertengahan 2026 karena melibatkan berbagai elemen kampus dan mengangkat isu ekonomi yang saat ini menjadi perhatian luas masyarakat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Demo BEM UI #Bundaran HI #Tuntutan Mahasiswa #prabowo subianto #harga bbm