RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat mengakselerasi pembangunan infrastruktur nasional. Sebanyak 50 ruas jalan tol di berbagai wilayah Indonesia resmi masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi prioritas percepatan pembangunan dan penyelesaian dalam beberapa tahun ke depan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, memangkas biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dari Sumatra hingga Sulawesi.
Kepastian mengenai proyek-proyek prioritas itu tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 yang mengatur percepatan pelaksanaan PSN. Dalam regulasi tersebut, pemerintah juga menegaskan pentingnya ketepatan waktu penyelesaian proyek.
Jika terjadi hambatan di lapangan, penanggung jawab proyek diwajibkan segera melaporkan perkembangan pekerjaan dan mengusulkan revisi jadwal penyelesaian kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Tol Trans Sumatra Jadi Sorotan Utama
Salah satu proyek yang mendapat perhatian besar dalam daftar PSN terbaru adalah pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).
Pemerintah menargetkan koridor tol yang membentang dari Lampung hingga Aceh dapat tersambung secara bertahap guna mempercepat mobilitas barang dan orang di Pulau Sumatra.
Meski sejumlah ruas telah beroperasi, tantangan pembangunan masih cukup besar. Berdasarkan data PT Hutama Karya (Persero), saat ini masih terdapat sekitar 1.618 kilometer ruas Tol Trans Sumatra yang belum terbangun dan membutuhkan percepatan pengerjaan.
Keberadaan jaringan tol tersebut dinilai sangat penting untuk memperkuat distribusi logistik, meningkatkan daya saing ekonomi daerah, serta membuka akses investasi baru di berbagai kawasan.
Tak Hanya Bangun Baru, Pemeliharaan Juga Jadi Fokus
Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur baru, pemerintahan Prabowo juga memberi perhatian besar pada aspek keberlanjutan.
Pemerintah memastikan anggaran tidak hanya dialokasikan untuk pembangunan ruas baru, tetapi juga untuk peningkatan kapasitas dan pemeliharaan jalan tol yang telah beroperasi.
Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga kualitas layanan jalan bebas hambatan sekaligus menghindari penurunan kinerja infrastruktur akibat tingginya volume kendaraan.
Selain itu, kondisi jalan yang terpelihara dengan baik diyakini mampu meningkatkan efisiensi logistik nasional dan menekan biaya distribusi barang yang selama ini menjadi tantangan utama dunia usaha.
Jawa dan Jabodetabek Tetap Jadi Tulang Punggung
Di Pulau Jawa, sejumlah proyek strategis tetap menjadi prioritas karena berfungsi sebagai urat nadi aktivitas ekonomi nasional.
Beberapa proyek penting yang masuk daftar PSN antara lain Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Tol Yogyakarta-Bawen, Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo, hingga Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap.
Sementara di kawasan Jabodetabek, pemerintah melanjutkan pengembangan berbagai ruas untuk mengurai kemacetan dan memperkuat konektivitas kawasan metropolitan, termasuk enam ruas tol dalam kota Jakarta yang telah lama direncanakan.
Tol Probolinggo-Banyuwangi Masuk Prioritas
Kabar penting juga datang untuk wilayah Jawa Timur. Ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi resmi masuk daftar PSN yang dipercepat pemerintah.
Proyek ini menjadi salah satu infrastruktur strategis karena akan menghubungkan kawasan timur Jawa Timur dengan jaringan Tol Trans Jawa secara penuh.
Keberadaan tol tersebut diproyeksikan mempercepat arus barang dan wisatawan menuju Banyuwangi yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan nasional.
Selain Tol Probolinggo-Banyuwangi, pemerintah juga memasukkan Tol Pandaan-Malang, Tol Pasuruan-Probolinggo, serta Tol Ngawi-Kertosono-Kediri dalam daftar proyek strategis.
Bali, Kalimantan, dan Sulawesi Ikut Digenjot
Pemerintah juga memasukkan sejumlah proyek penting di luar Jawa dan Sumatra.
Di Bali, pembangunan Tol Gilimanuk-Negara-Pekutatan-Soka-Mengwi menjadi proyek andalan untuk memperkuat konektivitas Pulau Dewata.
Sementara di Kalimantan Timur, Tol Balikpapan-Samarinda tetap dipertahankan sebagai bagian dari infrastruktur strategis yang mendukung pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di Sulawesi Utara, Tol Manado-Bitung juga masuk dalam daftar PSN untuk memperkuat akses menuju kawasan industri dan pelabuhan internasional.
Daftar 50 Tol PSN Jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi
Masuknya 50 ruas jalan tol ke dalam daftar PSN menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan infrastruktur sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan konektivitas yang semakin baik, biaya logistik diharapkan dapat ditekan, investasi lebih mudah masuk ke daerah, dan mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien.
Pemerintah berharap percepatan pembangunan jalan tol tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah di Indonesia.
Daftar Lengkap 50 Ruas Jalan Tol PSN Era Prabowo
Berikut adalah daftar seluruh proyek jalan tol dan fasilitas pendukungnya yang masuk dalam status Proyek Strategis Nasional:
Wilayah Sumatra (Jalan Tol Trans Sumatera)
1. Tol Medan - Binjai (Sumatera Utara)
2. Tol Pekanbaru - Kandis - Dumai (Riau)
3. Tol Kisaran - Tebing Tinggi (Sumatera Utara)
4. Tol Sigli - Banda Aceh (Aceh)
5. Tol Binjai - Langsa (Aceh dan Sumatera Utara)
6. Tol Bukittinggi - Padang Panjang - Lubuk Alung - Padang (Sumatera Barat)
7. Tol Pekanbaru - Bangkinang - Payakumbuh - Bukittinggi (Sumatera Barat dan Riau)
8. Tol Tebing Tinggi - Pematang Siantar - Prapat - Tarutung - Sibolga (Sumatera Utara)
9. Tol Betung (Sp. Sekayu) - Tempino - Jambi (Jambi dan Sumatera Selatan)
10. Tol Jambi - Rengat (Jambi dan Riau)
11. Tol Rengat - Pekanbaru (Riau)
12. Tol Simpang Indralaya - Muara Enim (Sumatera Selatan)
13. Tol Lubuk Linggau - Curup - Bengkulu (Sumatera Selatan dan Bengkulu)
14. Tol Kayu Agung - Palembang - Betung (Sumatera Selatan)
Wilayah Jabodetabek, Jakarta, dan Banten
15. Tol Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran (DKI Jakarta dan Banten)
16. Tol Serpong - Cinere (Banten dan Jawa Barat)
17. Tol Cinere - Jagorawi (DKI Jakarta dan Jawa Barat)
18. Tol Cimanggis - Cibitung (Jawa Barat)
19. Tol Cibitung - Cilincing (DKI Jakarta dan Jawa Barat)
20. Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (DKI Jakarta dan Jawa Barat)
21. Tol Serpong - Balaraja (Banten)
22. Tol Serang - Panimbang (Banten)
23. Akses Pelabuhan Tanjung Priok Timur Baru / New Priok Eastern Access (NPEA) (DKI Jakarta)
24. Pengembangan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, M.Sc. Section Harbour Road II (Ancol Timur - Pluit / Elevated) (DKI Jakarta)
Enam Ruas Tol Dalam Kota DKI Jakarta:
25. Tol Semanan - Sunter
26. Tol Sunter - Pulo Gebang
27. Tol Duri Pulo - Kampung Melayu
28. Tol Kemayoran - Kampung Melayu
29. Tol Ulujami - Tanah Abang
30. Tol Pasar Minggu - Casablanca
Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY
31. Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Jawa Barat)
32. Tol Ciawi - Sukabumi - Ciranjang - Padalarang (Jawa Barat)
33. Tol Jakarta - Cikampek II Sisi Selatan (DKI Jakarta dan Jawa Barat)
34. Tol Semarang - Demak (Jawa Tengah)
35. Tol Yogyakarta - Bawen (DIY dan Jawa Tengah)
36. Tol Depok - Antasari (termasuk Bojonggede - Salabenda) (Jawa Barat)
37. Tol Solo - Yogyakarta - Kulon Progo (Jawa Tengah dan DIY)
38. Tol Bogor Ring Road (termasuk Caringin - Salabenda) (Jawa Barat)
39. Tol Gedebage - Tasikmalaya - Cilacap (Jawa Barat dan Jawa Tengah)
40. Tol Akses Pelabuhan Patimban (Jawa Barat)
41. Pengembangan Tol Dalam Kota Bandung (North - South Link & Bandung Inter Urban Toll Road) (Jawa Barat)
Wilayah Jawa Timur dan Bali
42. Tol Pandaan - Malang (Jawa Timur)
43. Tol Pasuruan - Probolinggo (Jawa Timur)
44. Tol Probolinggo - Banyuwangi (Jawa Timur)
45. Tol Krian - Legundi - Bunder - Manyar (Jawa Timur)
46. Tol Ngawi - Kertosono - Kediri (Jawa Timur)
47. Fly Over Akses Menuju Terminal Teluk Lamong (Jawa Timur)
48. Tol Gilimanuk - Negara - Pekutatan - Soka - Mengwi (Bali)
Wilayah Kalimantan dan Sulawesi
49. Tol Manado - Bitung (Sulawesi Utara)
50. Tol Balikpapan - Samarinda (Kalimantan Timur)
Editor : Ali Sodiqin